telusur.co.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, negaranya tidak akan menyerah dalam keadaan apa pun, melawan serangan Amerika Serikat dan Israel. Musuh-musuh harus meninggalkan harapan mereka untuk melihat bangsa Iran menyerah.
Dalam pesan video yang ditujukan kepada publik, yang dirilis pada Sabtu (7/3/2025), dikutip dari Kantor Berita Tasnim, Pezeshkian menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Iran, seraya meminta agar semua perbedaan yang ada dikesampingkan. Karena negara menghadapi sedang menghadapi agresi AS dan Zionis. Ia menyerukan persatuan nasional.
Dia menyatakan bahwa setiap orang harus bersatu untuk membela tanah air mereka dengan kekuatan. Ia berkomitmen akan tetap teguh hingga Iran keluar dari krisis saat ini dengan bermartabat.
Pezeshkian menggarisbawahi bahwa gagasan penyerahan tanpa syarat yang diinginkan oleh Presiden AS Donald Trump adalah mimpi yang harus dikubur.
Ia memastikan, kepatuhan Iran terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan, serta menyatakan bahwa hal-hal tersebut harus dihormati oleh semua negara.
Pezeshkian selanjutnya menyampaikan permintaan maafnya kepada negara-negara tetangga yang telah diserang oleh Iran. Ia menjelaskan bahwa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei serta banyak komandan militer dan warga sipil telah gugur sebagai martir akibat agresi brutal musuh, seraya mencatat bahwa ketika para komandan tidak hadir, Angkatan Bersenjata yang gagah berani bertindak tegas untuk membela tanah air dengan penuh kehormatan.
Pezeshkian mengklarifikasi bahwa Iran tidak memiliki niat untuk menyerang negara-negara tetangga. Karena, mereka adalah saudara.
Ia menyerukan kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk mewujudkan perdamaian dan ketenangan di kawasan tersebut.
Merujuk pada keputusan yang dibuat selama pertemuan dewan kepemimpinan sementara baru-baru ini, Pezeshkian melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah diinstruksikan untuk tidak menyerang negara-negara tetangga atau meluncurkan rudal kecuali jika musuh bermaksud menyerang Iran dari negara-negara tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan masalah melalui diplomasi daripada konflik dengan negara-negara tetangga.[Nug]



