telusur.co.id - Pemerintah Inggris tengah meninjau kembali pembayaran pesangon yang diterima mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, menyusul terungkapnya hubungannya dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Laporan ini pertama kali disampaikan Sky News dengan mengutip sumber dari Downing Street.
Peninjauan tersebut dilakukan setelah Mandelson mengundurkan diri dari jabatan publik menyusul rilis kumpulan dokumen terbaru terkait Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Dokumen itu mengungkap bahwa Mandelson diduga meneruskan dokumen rahasia pemerintah Inggris kepada Epstein pada 2009, saat menjabat sebagai Menteri Perdagangan di era Perdana Menteri Gordon Brown.
Menindaklanjuti temuan tersebut, kepolisian Inggris telah membuka penyelidikan kriminal terhadap Mandelson terkait dugaan pengungkapan memo internal yang bersifat sensitif.
“Mengingat apa yang kita ketahui sekarang, Mandelson seharusnya mengembalikan uang tersebut atau menyumbangkannya ke badan amal yang mendukung para korban,” ujar seorang sumber Downing Street kepada Sky News.
Pemerintah diperkirakan akan mengungkap rincian mengenai besaran dan bentuk pembayaran pesangon yang diterima Mandelson dalam sesi Parlemen dalam beberapa hari ke depan.
Kasus ini juga berdampak luas secara politik. Mandelson sebelumnya diangkat sebagai Duta Besar Inggris untuk Washington pada Februari 2025 oleh Perdana Menteri Keir Starmer. Namun, ia diberhentikan pada September setelah hubungannya dengan Epstein dinilai berpotensi merusak kredibilitas diplomasi Inggris.
Pada Selasa, Ketua Dewan Bangsawan Michael Forsyth mengonfirmasi bahwa Mandelson secara sukarela mengundurkan diri dari majelis tinggi. Sehari berselang, Starmer mengumumkan rencana pencabutan gelar bangsawan Mandelson dan berjanji akan merilis seluruh dokumen non-rahasia yang berkaitan dengan kasus tersebut demi kepentingan publik.
Puncaknya, pada Jumat, Perdana Menteri Keir Starmer menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas pengangkatan Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Ia mengakui adanya kegagalan serius dalam proses penunjukan tersebut, terutama terkait riwayat hubungan Mandelson dengan Epstein.
Dalam konferensi pers, Starmer secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada para korban Epstein, seraya mengakui bahwa kegagalan institusional telah berkontribusi pada penderitaan yang mereka alami. [ham]



