Respon PBNU Soal Kader Banser Dipaksa Takbir dan Disebut Kafir - Telusur

Respon PBNU Soal Kader Banser Dipaksa Takbir dan Disebut Kafir

Eko, Kader Banser Kota Depok yang diduga dipersekusi di kawasan Jakarta Selatan. (Foto: Twitter @nahdlatululama)

telusur.co.id - Seorang kader Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Nahdlatul Ulama Kota Depok bernama Eko mengalami persekusi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kejadian tersebut diunggah oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) via akun Twitter resminya, @nahdlatululama, pada Selasa malam, 10 Desember 2019, sekitar pukul 20.24 WIB.

Video intimidasi terhadap Eko tersebut viral di media sosial. 

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Tafidziyah PBNU Robikin Emhas mengapresiasi sikap Eko yang tenang, sabar dan tidak terpancing provokasi berupa olokan, cacian, paksaan dan tindakan yang mengesankan diri paling tahu Islam.

"Respon kader Banser tersebut justru membuktikan kedalaman kualitas pemahaman keagamaan warga nahdliyyin dan keluhuran akhlaknya. Sesuatu sebagaimana diajarkan oleh agama," kata Robikin, Rabu (11/12/19).

Robikin menegaskan, Agama Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim. Mudahnya menjatuhkan vonis kafir ini, kata Robikin, boleh jadi disebabkan karena idiologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia. 

"Baginya, selaian pengikut ajarannya adalah kafir. Sehingga stempel kafir disematkan kepada siapa saja yang tidak sepaham dengan ajarannya. Tidak peduli sesama pemeluk Islam yang pokok ajaran agama berupa syahadat, shalat, puasa, zakat dan hajinya sama sekali pun," ungkapnya.

"Perilaku merasa diri paling Islam, apalagi disertai akhlak tercela dengan mengolok, mencaci dan memaksa justru mencoreng wajah Islam dan menurunkan keluhuran ajaran Islam itu sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar rekaman video seorang kader Banser NU Kota Depok bernama Eko dipersekusi.

Dalam rekaman video tampak seorang pria menanyai seorang Banser berseragam. Video direkam dari sudut pandang pria yang bertanya.

Pria tadi memanggil kader Banser NU dengan kata binatang.

“Gue tugas di sini, ngawal Gus Muwafiq,” jawab Eko tenang tapi tegas.

Pria berbaju dan bertopi hitam itu kemudian memaksa Eko untuk mengucapkan kalimat takbir.

Eko menolak dan mempertanyakan maksud pria tersebut memaksa mengucapkan takbir.

Karena penolakan Eko itu, nada bicara pria itu sontak meninggi.

“Lo Islam bukan? Ya udah takbir. Kok buat apa, kafir dong lo,” kata dia.

Dia terus memaksa Eko untuk mengucapkan kalimat takbir. Menurut dia, orang beragama Islam harus takbir.

Eko pun menjawab dengan mengatakan bahwa orang beragama Islam cukup mengucapkan kalimat syahadat.

“Syahadat itu kalau buat yang bukan dari Islam. Lo enggak usah ngajar-ngajarin gue, lo,” ucapnya.

Pria teraebut bahkan mengancam Eko dengan membawa-bawa jawara Betawi.

“Lo enggak bisa pulang lo, enak aja lo. Ngapa lo. Gue cegat lo, semua jawara di sana," ancam pria itu. [Tp]

 

 


Tinggalkan Komentar