telusur.co.id - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengaku menyesalkan atas terjadinya peristiwa persekusi yang menimpa kader Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU Kota Depok Eko Sutriyo dan Wildan yang terjadi di Pondok Pinang.
"Kami prihatin bahwa pemahaman keagamaan yang disertai kebencian masih saja terjadi, bahkan menggunakan takbir secara keliru," kata Helmy dalam keterangan yang diterima telusur.co.id, Kamis (12/12/19).
Helmy pun mengapresiasi Eko dan Wildan yang tidak terpancing provokasi oleh pria yang mengintimidasi dirinya.
"Hendaknya hal seperti ini dapat menjadi contoh bagi yang lainnya," ujar Helmy.
Atas kejadian tersebut, Helmy meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pelaku persekusi tersebut.
Lebih lanjut, dia pun mengimbau kepada segenap warga NU untuk tetap tenang dan tidak terpancing.
"Tetap jaga kondusivitas demi tercapaianya kehidupan berbangsa yang damai," imbaunya.
"Islam adalah agama yg mengajak kepada perdamaian, kemanusiaan, toleransi.
Takbir adalah kalimat suci yang justru setiap insan harus menjaganya dengan perbuatan dan akhlak," pungkasnya.
Sebelumnya, beredar rekaman video dua orang kader Banser NU Kota Depok bernama Eko dan Wildan dipersekusi.
Dalam rekaman video tampak seorang pria menanyai seorang Banser berseragam. Video direkam dari sudut pandang pria yang bertanya.
Pria tadi memanggil kader Banser NU dengan kata binatang.
“Gue tugas di sini, ngawal Gus Muwafiq,” jawab Eko tenang tapi tegas.
Pria berbaju dan bertopi hitam itu kemudian memaksa Eko untuk mengucapkan kalimat takbir.
Eko menolak dan mempertanyakan maksud pria tersebut memaksa mengucapkan takbir.
Karena penolakan Eko itu, nada bicara pria itu sontak meninggi.
“Lo Islam bukan? Ya udah takbir. Kok buat apa, kafir dong lo,” kata dia.
Dia terus memaksa Eko untuk mengucapkan kalimat takbir. Menurut dia, orang beragama Islam harus takbir.
Eko pun menjawab dengan mengatakan bahwa orang beragama Islam cukup mengucapkan kalimat syahadat.
“Syahadat itu kalau buat yang bukan dari Islam. Lo enggak usah ngajar-ngajarin gue, lo,” ucapnya.
Pria teraebut bahkan mengancam Eko dengan membawa-bawa jawara Betawi.
“Lo enggak bisa pulang lo, enak aja lo. Ngapa lo. Gue cegat lo, semua jawara di sana," ancam pria itu. [Tp]



