Sudjatmiko Dorong Penguatan BMKG untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem - Telusur

Sudjatmiko Dorong Penguatan BMKG untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sudjatmiko dalam diskusi Dialektika Demokrasi di gedung Nusantara II-Foto.Yudo

telusur.co.idAnggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sudjatmiko, menyoroti pentingnya penguatan peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menghadapi cuaca ekstrem, khususnya terkait kesiapsiagaan dan langkah mitigasi bencana.


Sudjatmiko menilai, masih banyak masyrakat yang kebingungan setelah menerima informasi cuaca dari BMKG. Ia menyebut, sering kali belum ada kejelasan apakah warga perlu diungsikan atau langkah apa yang harus segera dilakukan. Hal tersebut menunjukkan kesiapan mitigasi yang masih perlu diperbaiki.

"Nah kami sudah mendorong BMKG apalagi siklonnya terbentuknya sangat ekstrem. BMKG harus membuat langkah-langkah ya pertama modifikasi cuaca. Karena paling tidak modifikasi cuaca bisa mengurangi hujan sampai 30 persen," Ujar Sudjatmiko dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana’ di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, modifikasi cuaca dapat menjadi solusi untuk menurunkan intensitas hujan, baik dengan mengalihkan hujan ke laut maupun mencegah hujan turun dalam skala besar.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mendorong peningkatan anggaran BMKG, terutama untuk penguatan program modifikasi cuaca dan pengadaan peralatan teknologi yang lebih canggih.

“Supaya bisa mengurangi dampak curah hujan yang ekstrim” tambahnya.

Terkait evaluasi bencana yang terjadi di Sumatera, Sudjatmiko menyebut bahwa fenomena siklon tropis memang sulit diprediksi karena terbentuk sangat cepat. Ia menjelaskan, teknologi modifikasi cuaca tidak bisa dilakukan saat siklon sudah terbentuk, melainkan setelahnya atau sebelum terbentuk.

Kita harus melakukan pencegahan ya. Jadi daerah-daerah yang kemungkinan curah jenis tinggi dan mengakibat longsor. Nah itu hutannya harus benar-benar dijaga. Kawasannya harus dijaga, daerah aliran sungai juga harus dijaga," tegasnya.

Meski demikian, Sudjatmiko menilai kinerja BMKG dalam aspek penyampaian informasi sudah cukup baik. Ia mengapresiasi peringatan dini yang telah disampaikan BMKG sejak awal Desember sebelum bencana terjadi.

Nah BMKG saya rasa kemarin sudah bagus, sudah memberikan informasi sebelum terjadi di bulan awal Desember itu ya," Pungkasnya.


Tinggalkan Komentar