telusur.co.id - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menyatakan, video viral di media sosial yang menyebutkan sebuah gereja dibakar saat tawuran antar warga di Medan Belawan, Medan, Sumatera Utara, sama sekali tidak benar. 

Ketua DPP GAMKI Bidang Advokasi, Hukum, dan HAM, Maruli menjelaskan, bangunan yang terbakar sebagaimana terlihat pada video viral, itu bukan api dari Gereja Pentakosta yang berada di dalam gang, melainkan dari lokasi di pinggir jalan raya.

"Api yang terlihat pada video yang beredar tersebut adalah api yang diduga dari pembakaran ban di sekitar kerumunan massa yang tawuran," kata Maruli, dalam keterangannya, Minggu (25/7 21).

Kini, lanjut Maruli, kepolisian sedang bekerja untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait pelaku dari aksi tawuran dan pelaku pelemparan yang diduga sebagai bom molotov ke arah teras Gereja.

GAMKI juga telah berkoordinasi dengan pihak Gereja dan warga setempat untuk tetap mengawal proses investigasi yang sedang berjalan. GAMKI dan pihak Gereja Pentakosta sepakat bahwa persoalan yang terjadi bukan isu SARA dan meminta masyarakat di seluruh Indonesia khususnya jemaat Gereja untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan narasi oknum/kelompok tertentu yang ada di media sosial. 

Selain itu, GAMKI juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan video atau berita yang menyatakan bahwa api yang terlihat pada video tersebut adalah api pembakaran Gereja. Serta bersama-sama menjaga suasana agar kondusif dan damai. 

"Kita serahkan permasalahan ini kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini Polda Sumut. Proses hukum untuk mengungkap motif dan pelaku atas kerusuhan tersebut akan kita kawal bersama," kata dia. 

Sebelumnya, GAMKI sudah melakukan penelusuran di lokasi serta menemui pihak Gereja serta pembuat video yang sempat viral tersebut. Kemudian GAMKI Sumut juga menemui Kapolda Sumut yang diwakilkan langsung Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto yang didampingi oleh Dirkrimum, Dirbinmas, dan Wadirintel Polda Sumut.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan GAMKI dipimpin langsung Sekretaris Umum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, didampingi Ketua Caretaker DPD GAMKI Sumut Maruli Silaban, Sekretaris Caretaker DPD GAMKI Sumut Alex Ramandey, Sekretaris DPC GAMKI Kota Medan Fery Sihite dan Wakil Sekretaris DPC GAMKI Kota Medan Marudut Simanjuntak.

Ketua Caretaker DPD GAMKI Sumatera Utara, Maruli Silaban menjelaskan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Wakapolda bahwa kepolisian telah melakukan proses penyelidikan terkait kasus tawuran di Belawan. Setidaknya, ada enam orang yang diduga menjadi pelaku kerusuhan ditangkap, dan kepolisian masih mendalami permasalahan tersebut.[Fhr]