telusur.co.id - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran diperkirakan berlangsung sekitar empat pekan atau kurang, Ahad.
"Prosesnya selalu memakan waktu empat pekan. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat pekan. Prosesnya selalu sekitar empat pekan, jadi – sekuat apa pun negara ini, akan memakan waktu empat pekan – atau kurang," ujar Trump dalam wawancara dengan surat kabar Daily Mail.
Trump menambahkan bahwa kemungkinan akan ada korban jiwa baru di kalangan militer AS selama operasi di Iran. Ia juga menyinggung bahwa Iran ingin memulai perundingan setelah operasi tersebut, namun menurutnya Teheran “seharusnya berbicara pekan lalu, bukan pekan ini.”
Serangan ini terjadi menyusul serangkaian operasi militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) terhadap target di wilayah Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan situasi ini memicu kekhawatiran komunitas internasional akan eskalasi konflik di kawasan. [ham]



