Dinamika Kabinet Merah Putih Disoroti Ketua Umum GCP H. Kurniawan, Kawan Baru Boleh Kawan Lama Jangan Lupakan

by Firardi |
Dinamika Kabinet Merah Putih Disoroti Ketua Umum GCP H. Kurniawan,  Kawan Baru Boleh Kawan Lama Jangan Lupakan
Ketua Umum Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Kurniawan (Foto : IST)

TELUSUR.co.id - Dinamika politik dan komposisi Kabinet Merah Putih yang diisi sejumlah wajah baru menjadi perhatian sebagian relawan yang sejak awal mendukung perjuangan Prabowo Subianto.

Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, mengatakan bahwa masuknya banyak tokoh baru ke dalam lingkaran pemerintahan terkadang menimbulkan rasa sedih bagi para relawan yang telah mendampingi Prabowo sejak awal perjalanan politiknya.

Menurut Kurniawan, para relawan yang selama ini berada di garis perjuangan bersama Prabowo memahami bahwa pembentukan pemerintahan membutuhkan pertimbangan politik, kepentingan nasional, serta kebutuhan untuk membangun kabinet yang dapat menjalankan roda pemerintahan.

“Banyaknya pemain baru yang mengisi panggung Kabinet Merah Putih terkadang membuat sedih para relawan Prabowo yang sejak awal selalu setia berjuang bersama Prabowo Subianto. Namun, kami para loyalis sejati selalu legowo dan berpikir jernih untuk memahami dinamika politik dan kebutuhan Kabinet Merah Putih,” ujar Kurniawan.

Ia menegaskan, perasaan tersebut tidak membuat para relawan lama kemudian mengambil sikap berseberangan dengan Prabowo. Menurutnya, loyalitas kepada Presiden Prabowo tetap menjadi pegangan para pendukung yang telah mengikuti perjuangannya sejak lama.

“Kami tetap sayang dan hormat kepada 08,” katanya.

Dalam pernyataannya, Kurniawan juga menyinggung apa yang ia sebut sebagai dinamika di lingkungan Hambalang. Ia mengaku terdapat sejumlah hal yang menurut pandangannya kurang sesuai dengan harapan sebagian relawan lama.

"Fakta yg terjadi adalah anak kandung atau anak idiologis prabowo yang justru dinomer 16 kan sementara anak angkat dan anak tiri justru diprioritaskan. Ini yang sering membuat salah pemahaman dari loyalis sejati prabowo. Kami sudah banyak berkorban dan berbuat untuk Prabowo hingga menjadi orang nomor 1 di negeri ini, tapi yang terjadi pemain barulah banyak mengisi panggung kabinet Merah Putih," ucap Bang Iwan.

Ia berharap semoga Prabowo bisa cepat sadar dan menyadari apa dirasakan para relawan lama.

"Ada pantun untuk Bapak Prabowo Subianto, jalan-jalan ke pulau menjangan mengambil labu di kebun sendiri. Boleh bapak berkawan baru, jangan dilupa si kawan lama," tegasnya.

Namun, Kurniawan menekankan bahwa persoalan tersebut tidak membuat dirinya maupun para loyalis sejati kemudian membenci Prabowo.

“Itulah yang terjadi. Kami tidak pernah protes, apalagi sampai membenci Prabowo. Kami tetap sayang dan hormat kepada 08,” ujarnya.

Pernyataan tersebut, menurut Kurniawan, lebih merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari kelompok relawan yang merasa telah lama menjadi bagian dari perjalanan politik Prabowo.

Kurniawan juga menyampaikan pesan kepada Prabowo agar keberadaan para pendukung lama tetap diperhatikan di tengah hadirnya banyak tokoh dan kekuatan politik baru.

Ia mengatakan, para relawan memahami bahwa setelah seseorang menduduki posisi tertinggi dalam pemerintahan, lingkaran pergaulan dan tanggung jawab politiknya tentu semakin luas. Meski demikian, menurutnya, hubungan dengan orang-orang yang telah mendukung perjuangan sejak awal tetap penting untuk dijaga.

“Kami sering juga menghimbau kepada orang yang saat ini sudah menjadi orang nomor satu untuk tidak melupakan kawan lama meskipun banyak kawan baru,” kata Kurniawan.

Ia berharap dinamika pemerintahan tidak membuat hubungan antara Prabowo dan para relawan lama menjadi semakin jauh. Menurutnya, loyalitas para pendukung yang telah menemani perjuangan sejak masa-masa sebelumnya merupakan bagian dari perjalanan politik Prabowo yang patut dihargai.

Kurniawan menambahkan bahwa para relawan tidak ingin terjebak dalam konflik maupun polemik. Sikap yang dikedepankan, kata dia, adalah tetap menghormati keputusan politik Prabowo sembari menyampaikan aspirasi secara terbuka.

“Loyalitas bukan berarti harus selalu menuntut. Kami memahami ada kebutuhan politik dan kebutuhan pemerintahan. Yang kami harapkan hanya jangan sampai kawan lama dilupakan ketika kawan-kawan baru semakin banyak berdatangan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa GCP dan para loyalis yang selama ini mendukung Prabowo akan tetap menghormati pemerintahan yang dipimpinnya.

Bagi para relawan, dinamika politik merupakan sesuatu yang harus dihadapi dengan kepala dingin. Perbedaan pandangan mengenai komposisi kekuasaan dan lingkaran pemerintahan, menurut Kurniawan, tidak seharusnya menghilangkan rasa hormat dan kecintaan kepada Prabowo Subianto.(fie)

Komentar

Berita Terkait