telusur.co.id -Bhayangkara FC resmi melaporkan kapten Persib Bandung, Marc Klok, ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI atas dugaan tindakan rasisme dalam laga pekan ke-30 Super League 2025/2026.
Insiden tersebut diduga terjadi saat Bhayangkara FC menghadapi Persib Bandung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4). Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis itu, Persib keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 meski sempat tertinggal dua gol sebelumnya.
Kontroversi mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan perdebatan antara kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto, dengan Marc Klok di lorong pemain saat jeda babak pertama. Perdebatan tersebut diduga berkaitan dengan laporan tindakan rasisme terhadap striker Bhayangkara FC, Henry Doumbia.
Melalui keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram resminya, Sabtu (2/5), manajemen Bhayangkara FC menjelaskan kronologi kejadian tersebut sekaligus meluruskan narasi yang berkembang di publik.
”Terkait dengan beredarnya video perdebatan antara kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC Wahyu Subo Seto yang tersebar luas di media sosial, manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dinilai wajib meluruskan kenapa kejadian tersebut terjadi,” tulis pernyataan resmi klub.
Bhayangkara FC menyebut, dugaan aksi rasisme terjadi pada babak pertama pertandingan. Hal itu disampaikan langsung oleh Henry Doumbia kepada kapten timnya.
”Pada laga kandang Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Kamis (30/4), diakui striker Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henry Doumbia, jika dirinya menerima aksi rasis dari Marc Klok pada babak pertama,” lanjut pernyataan tersebut.
Menanggapi laporan tersebut, Wahyu Subo Seto langsung mendatangi Marc Klok usai babak pertama berakhir untuk meminta klarifikasi. Momen inilah yang kemudian terekam dan viral di media sosial.
”Di akhir babak pertama, Henry Doumbia memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim. Mendengar laporan yang disampaikan Henry, setelah peluit akhir babak pertama dibunyikan Wahyu Subo Seto langsung mendatangi Marc Klok,” ungkap Bhayangkara FC.
”Sama-sama menuju ruang ganti, Wahyu Subo Seto mendatangi Mack Klok dengan maksud mengonfirmasi ucapan rasis yang ditujukan kepada Henry Doumbia. Momen-momen perdebatan itulah yang terekam dalam video-video yang viral di media sosial,” sambungnya.
Sebagai tindak lanjut, manajemen Bhayangkara FC langsung melaporkan insiden tersebut kepada match commissioner seusai pertandingan. Selain itu, laporan resmi juga telah diajukan ke Komdis PSSI.
”Terkait dengan aksi rasis yang diterima Henry Doumbia, selepas pertandingan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung melaporkan aksi rasis Marc Klok kepada Match Commisioner (Match Com) yang bertugas di laga tersebut dan juga langsung bersurat kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI,” tegas klub.
Bhayangkara FC menegaskan sikap tegasnya terhadap segala bentuk rasisme, baik di dalam maupun di luar lapangan sepak bola.
”Bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC aksi rasis baik di dalam dan di luar sepak bola adalah hal yang tidak bisa diterima,” tutup pernyataan tersebut.




