Drone Ukraina Hantam Bus Penumpang di Donetsk, Sembilan Orang Terluka  - Telusur

Drone Ukraina Hantam Bus Penumpang di Donetsk, Sembilan Orang Terluka 

Sumber foto: Rusia Today

telusur.co.id - Sebuah serangan drone Ukraina dilaporkan menghantam sebuah bus penumpang di wilayah Starobeshevo, Republik Rakyat Donetsk (DPR), Rusia, pada Sabtu. Insiden tersebut menyebabkan sembilan orang terluka, menurut keterangan Kepala DPR, Denis Pushilin.

Pushilin mengatakan, serangan drone tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan yang terjadi di sejumlah wilayah DPR sepanjang hari. Selain korban luka akibat serangan terhadap bus, seorang pengemudi truk sipil dilaporkan tewas dan enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan di beberapa ruas jalan.

Ia juga menyebut satu orang lainnya terluka dalam serangan pesawat tak berawak yang terjadi di wilayah Makeevka.

Selain di Donetsk, serangan drone juga dilaporkan terjadi di wilayah Belgorod, Rusia, yang mengakibatkan empat orang terluka. Salah satu korban disebut merupakan anak berusia 13 tahun yang mengalami luka akibat pecahan peluru saat sedang mengendarai sepeda, berdasarkan informasi dari layanan darurat setempat.

Serangan tersebut terjadi ketika Ukraina meningkatkan operasi drone terhadap sejumlah target di wilayah Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa serangan dilaporkan menyasar kendaraan logistik, fasilitas energi, hingga kilang minyak, yang menurut pihak Rusia telah berdampak pada pasokan bahan bakar di Krimea dan sejumlah wilayah Rusia bagian barat.

Serangan terhadap infrastruktur listrik juga disebut menyebabkan gangguan pasokan energi di wilayah semenanjung Laut Hitam tersebut, yang diklaim Ukraina sebagai wilayahnya.

Dalam sejumlah kejadian sebelumnya, drone dilaporkan mengenai kendaraan sipil seperti truk, mobil, dan bus. Bulan lalu, serangan terhadap sebuah bus di wilayah DPR dilaporkan menewaskan tujuh orang.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan bahwa meski serangan terhadap infrastruktur energi telah menyebabkan gangguan, hal tersebut tidak akan menghentikan operasi militer Rusia di garis depan.

Pekan lalu, Rusia mengklaim berhasil merebut Konstantinovka, salah satu wilayah strategis yang masih berada dalam kendali Ukraina di DPR.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Aleksandr Novak mengatakan pemerintah akan memperkuat sistem pertahanan udara serta menambah pasokan bahan bakar ke wilayah yang terdampak akibat serangkaian serangan tersebut.


Tinggalkan Komentar