FKH UNAIR Gandeng Pemkab Bojonegoro Bangun Desa Binaan Peternak Bebek - Telusur

FKH UNAIR Gandeng Pemkab Bojonegoro Bangun Desa Binaan Peternak Bebek

FKH UNAIR melaksanakan kegiatan bimbingan teknis bagi peternak calon penerima bantuan paket ternak bebek di Kabupaten Bojonegoro pada Senin (19/1/2026) di Balai Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar program pengabdian kepada masyarakat (pengmas) berkelanjutan. Kali ini, FKH UNAIR melaksanakan kegiatan bimbingan teknis bagi peternak calon penerima bantuan paket ternak bebek di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (19/1/2026) di Balai Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Bimbingan teknis ini menjadi tahap awal dari program bertajuk “Peningkatan Kesehatan dan Nutrisi Hewan Ternak melalui Pencanangan Desa Binaan, Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Kambing, dan Implementasi Desa Binaan dengan Beternak Bebek di Kabupaten Bojonegoro”. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui edukasi berbasis keilmuan, pendampingan intensif, serta pengawalan berkelanjutan.

Program pengabdian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara FKH UNAIR dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKH UNAIR, Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., menegaskan bahwa bimbingan teknis menjadi tahapan krusial sebelum penyaluran bantuan ternak kepada masyarakat.

“Bantuan berupa bebek ternak ini tidak akan optimal tanpa adanya pemahaman yang baik mengenai kesehatan, nutrisi, dan manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, melalui inisiasi program desa binaan ini, FKH UNAIR berupaya memastikan peternak memiliki kesiapan pengetahuan dan keterampilan agar usaha peternakan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Prof. Widjiati.

Ia menambahkan bahwa program desa binaan ini memiliki potensi besar dalam membangun desa yang berdampak dan berkelanjutan, dengan misi utama pengentasan kemiskinan.

“Kami telah memilih 20 orang pra-sejahtera untuk diberikan masing-masing 15 ekor bebek betina dan dua ekor bebek jantan, pakan sebanyak 50 kilogram, serta bantuan pembuatan kandang. Kami berharap program ini dapat berkembang secara optimal dengan bekal yang telah diberikan dan akan kami kawal selama satu tahun ke depan,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peternak juga mendapatkan materi teknis serta sesi diskusi bersama para pakar ternak FKH UNAIR, yakni Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes., Prof. Dr. Sunaryo Hadi Warsito, drh., M.P., dan Prof. Dr. Iwan Sahrial Hamid, drh., M.Si. Diskusi difokuskan pada pengenalan penyakit pada bebek serta upaya penanggulangannya, termasuk pemanfaatan obat tradisional sebagai bagian dari pengembangan peternakan terpadu di wilayah Bojonegoro.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menekan biaya operasional, serta mendorong peningkatan pendapatan peternak.

Sementara itu, drh. Catur Rahayu K., M.Si., Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan apresiasinya terhadap FKH UNAIR atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, program desa binaan ini merupakan bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan peternakan rakyat.

“Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan. Kami berharap pendampingan berkelanjutan dari UNAIR dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak,” ungkapnya.

Melalui pencanangan desa binaan dan pelaksanaan bimbingan teknis ini, FKH UNAIR menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Ke depan, program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan peternakan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.


Tinggalkan Komentar