IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Desak AS Hentikan Intervensi di Kawasan - Telusur

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Desak AS Hentikan Intervensi di Kawasan

Selat Hormuz. Sumber foto: Rusia Today

telusur.co.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi pelayaran hingga Amerika Serikat menghentikan apa yang disebut Teheran sebagai bentuk campur tangan ilegal di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Angkatan Laut IRGC di tengah laporan bahwa Amerika Serikat meminta para negosiator Iran memastikan jalur strategis perdagangan minyak dunia tersebut kembali terbuka sepenuhnya bagi kapal-kapal komersial setelah pertemuan dengan mediator Oman pada Sabtu.

“Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan sampai berakhirnya intervensi AS di wilayah tersebut. Tidak ada kapal yang diizinkan untuk melintasi jalur air tersebut,” kata Angkatan Laut IRGC dalam pernyataannya seperti dikutop Russia Today.

IRGC juga memperingatkan bahwa setiap tindakan baru yang dianggap sebagai agresi terhadap Iran akan mendapat respons tegas. Mereka menyebut pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut dapat menjadi sasaran apabila Washington melakukan langkah lanjutan.

“Jika musuh menggunakan insiden yang mereka sebabkan sendiri sebagai alasan untuk melakukan kesalahan lain dan melancarkan tindakan agresi baru terhadap kami, mereka akan menghadapi respons yang tegas,” ujar Angkatan Laut IRGC.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu dan Kamis, menyusul insiden beberapa kapal tanker yang terkena proyektil di wilayah Selat Hormuz.

Iran hingga kini tidak secara terbuka mengakui bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, sebelumnya Teheran telah menyatakan bahwa seluruh kapal yang melintasi jalur strategis itu harus mengikuti instruksi IRGC dan menggunakan rute pelayaran yang telah ditentukan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia menuju pasar global. Setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan energi internasional dan meningkatkan kekhawatiran di pasar global.


Tinggalkan Komentar