Jenderal Iran Klaim AS Gagal Lacak Fasilitas Rudal - Telusur

Jenderal Iran Klaim AS Gagal Lacak Fasilitas Rudal

Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi

telusur.co.id - Juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, mengklaim bahwa Amerika Serikat dan sekutunya hingga kini belum mampu menemukan lokasi fasilitas produksi rudal Iran meski telah mengerahkan berbagai kemampuan intelijen.

Pernyataan tersebut disampaikan Shekarchi dalam sebuah sesi pengarahan kepada para aktivis di Dewan Koordinasi Pembangunan Islam. Ia menilai kemampuan pertahanan Iran tetap terjaga meskipun berada di bawah tekanan militer dan intelijen dari negara-negara Barat.

Menurut Shekarchi, pihak yang ia sebut sebagai musuh semula memperkirakan dapat melumpuhkan kekuatan militer Republik Islam Iran hanya dalam waktu satu pekan, kemudian memecah belah negara itu pada pekan berikutnya.

Namun, ia mengklaim skenario tersebut gagal terwujud karena kesiapan militer Iran dalam menghadapi konflik yang disebutnya sebagai "perang paksaan kedua".

Ia juga mengatakan evaluasi menyeluruh telah dilakukan setelah pelaksanaan Operasi True Promise 1, True Promise 2, serta latihan militer Eqtedar. Dari hasil evaluasi tersebut, Iran disebut telah mengidentifikasi sejumlah sasaran strategis yang dinilai sensitif.

Shekarchi menegaskan bahwa berbagai perangkat pengintaian yang dimiliki Amerika Serikat dan sekutunya belum berhasil mengungkap lokasi produksi rudal Iran. "Musuh-musuh kebingungan dengan semua alat pengumpulan intelijen mereka dan tidak tahu di mana kami memproduksi rudal," kata Shekarchi.

Ia juga mengklaim Amerika Serikat telah mengerahkan seluruh kemampuan militernya dalam konflik melawan Iran, namun tidak berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam pernyataannya, Shekarchi menuding adanya pusat data yang didirikan di Uni Emirat Arab lebih dari dua dekade lalu dengan dukungan Amerika Serikat, negara-negara Eropa, dan Israel.

Menurutnya, fasilitas tersebut dibangun untuk memantau kawasan Asia Barat dan wilayah lain di sekitarnya. Namun, ia mengklaim jaringan tersebut gagal mencapai tujuannya akibat perkembangan konflik yang terjadi.

Selain itu, Shekarchi juga mengklaim pihak lawan kehilangan sekitar 17 pangkalan strategis di kawasan, termasuk 14 pangkalan utama dan tiga instalasi tambahan. Meski demikian, ia tidak menyertakan bukti maupun rincian yang dapat memverifikasi klaim tersebut.

Shekarchi menegaskan bahwa tujuan jangka panjang Angkatan Bersenjata Iran adalah mengakhiri kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.

Ia juga menyatakan bahwa setelah tujuan tersebut tercapai, Israel tidak lagi dapat mempertahankan eksistensinya di kawasan.


Tinggalkan Komentar