telusur.co.id -Persija Jakarta harus pulang dengan tangan hampa setelah dipaksa menyerah oleh tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga lanjutan pekan ke-26 Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4).
Meski sempat unggul alam dua kali kesempatan, Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan The Guardians of Saburai dengan skor tipis 3-2.
Dalam laga tersebut, pelatih Persija Mauricio Souza, membuat keputusan penuh risiko di pos penjaga gawang. Meski memiliki kiper senior, Andritany, Souza lebih memilih memberikan debut kepada kiper anyar Cyrus Margono di bawah mistar gawang. Sayangnya, laga perdana Cyrus harus dinodai dengan tiga gol yang bersarang ke gawangnya.
Dua gol cantik dari Moussa Sidibe dan satu gol tendangan bebas jitu dari Dendy Sulistyawan gagal dihadang oleh kiper muda tersebut.
Menanggapi kekalahan dramatis tersebut, Souza menegaskan bahwa dirinya enggan terburu-buru menyalahkan individu pemain tertentu. Pelatih asal Brasil ini dengan bijak ingin meninjau kembali seluruh proses terjadinya gol melalui rekaman video dan masukan dari tim analis.
"Ya, saya perlu lihat lagi gol-golnya untuk dievaluasi. Saya rasa di saat seperti ini, saya harus melakukan koreksi di sesi latihan," ujar Souza dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Terkait performa Cyrus Margono yang langsung kebobolan tiga gol di laga debutnya, Souza enggan memberikan penilaian prematur secara publik. Ia menekankan pentingnya analisis mendalam sebelum mengambil kesimpulan.
"Saya tidak di sini, di momen ini, untuk mengevaluasi satu pemain secara individu sekarang ini," tegasnya.
Cyrus Margono merupakan kiper keturunan Indonesia-Amerika yang baru bergabung dengan Persija pada jendela transfer paruh musim.
Kiper kelahiran New York yang kini berusia 24 tahun ini memiliki rekam jejak internasional yang cukup mentereng di Eropa. Sebelum merapat ke Persija, ia sempat menimba ilmu di klub Yunani, Panathinaikos B, dan tampil dalam beberapa laga di Liga Kosovo bersama KF Dukagjini.
Keputusan Souza memasang kiper bertinggi 191 cm ini seolah-olah sebagai perjudian. Sang lawan, Bhayangkara FC sedang dalam performa apik yang selalu menang dalam lima laga beruntun.
Lebih lanjut, Souza meminta anak asuhnya untuk bersikap profesional. Menurutnya, setiap pemain yang tampil di lapangan seharusnya memiliki kesadaran diri untuk menilai performa masing-masing sebelum tim pelatih turun tangan.
"Mereka semua adalah pemain profesional, jadi dia (pemain) harus bisa menilai diri sendiri, melakukan autokritik terhadap performanya," tambah Souza.
Ia pun berjanji akan membedah kekalahan atas Bhayangkara FC ini secara menyeluruh. Evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar perbaikan skuat Macan Kemayoran pada sesi latihan berikutnya agar kesalahan serupa, khususnya kegagalan mempertahankan keunggulan tidak terulang kembali.
"Dan nanti, setelah saya melihat rekaman pertandingan kembali, saya akan melakukan analisis mendalam. Di situlah saya bisa masuk ke dalam proses koreksi tersebut," ungkap Souza lebih lanjut.
Eks pelatih Madura United FC ini yakin bahwa setiap punggawa Persija sebenarnya sudah tahu sejauh mana kontribusi mereka dalam laga krusial tersebut.
"Siapa yang bermain bagus pasti tahu dia bermain bagus. Siapa yang bermain tidak maksimal hari ini, pasti dia juga menyadari bahwa dia tidak maksimal," pungkasnya.
Dengan kekalahan ini, kans Persija untuk meraih gelar juara semakin menemui jalan terjal. Rizky Ridho dan kawan-kawan tertinggal jauh sembilan poin dari Persib Bandung di puncak klasemen sementara Super League.



