telusur.co.id - Perjuangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, harus terhenti di babak perempat final Australian Open 2026. Pasangan unggulan kedelapan tersebut tak mampu membendung permainan solid wakil China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, yang merupakan unggulan kedua, setelah menyerah dua gim langsung 11-21, 14-21.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Sydney, Rehan/Gloria kesulitan keluar dari tekanan lawan yang tampil lebih sabar dan konsisten. Sejak gim pertama, pasangan Indonesia tertinggal cukup jauh dan gagal menemukan ritme permainan terbaiknya.
Rehan mengakui hasil ini sangat mengecewakan bagi dirinya dan seluruh tim pelatih. Menurutnya, faktor kesabaran menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut.
"Kami pastinya kurang puas dengan hasil hari ini, sangat mengecewakan untuk saya, kak Gloria dan ci Vita (Marissa) juga. Mereka bermain lebih sabar daripada kami," ujar Rehan dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (12/6/2026).
Senada dengan pasangannya, Gloria menilai kekalahan ini menjadi pelajaran berharga agar mereka dapat tampil lebih tenang dan cermat dalam membangun poin.
"Pelajaran yang bisa diambil, kami harus bisa lebih tenang lagi, belajar mencari celah, lebih bisa berpikir untuk mencari kesempatan satu poin. Saat kami bisa lebih tenang, kami sebenarnya bisa mengatasi dan mendapatkan poin," kata Gloria.
Pemain berusia 32 tahun itu menambahkan bahwa pasangan China tampil lebih dominan dalam menyerang. Selain itu, kesalahan di awal gim pertama membuat Rehan/Gloria harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan.
"Kalau secara permainan kurang puas, mereka lebih banyak menyerang kami. Di gim pertama kesalahan kami karena langsung tertinggal jauh di awal sehingga untuk mengejarnya terlalu jauh. Mereka memang sulit dimatikan dalam satu kali percobaan, harus berulang-ulang dan di situlah kami kurang sabar," ungkap Gloria.
Kekalahan ini sekaligus menghentikan langkah Rehan/Gloria di delapan besar Australian Open 2026. Meski demikian, pasangan Indonesia tersebut menegaskan akan menjadikan hasil di Sydney sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik pada turnamen-turnamen berikutnya.



