telusur.co.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan tidak memiliki hubungan dengan pernyataan maupun manuver politik Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang belakangan menjadi sorotan.
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman mengatakan, Budi Arie bukan pengurus ataupun kader PSI. Karena itu, setiap pernyataan mantan Menteri Koperasi tersebut tidak dapat dianggap mewakili partai.
“Apa pun yang dilakukan atau dikatakan Budi Arie adalah tanggung jawab Budi Arie sendiri. Jangan dikaitkan kepada PSI dan jangan membangun kesan seolah-olah dia mewakili PSI. Dia tidak mewakili PSI, dia bukan PSI,” kata Andy melalui akun Instagram resmi PSI, Rabu (26/8/2026).
Andy juga meminta publik tidak mengaitkan PSI dengan Budi Arie hanya karena keduanya sama-sama memiliki kedekatan politik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Menurut dia, PSI tidak membutuhkan figur yang melakukan manuver politik untuk kepentingan pribadi.
“PSI tidak butuh avonturir politik yang ke sana ke mari memainkan manuver spekulatif. Politik adalah arena perjuangan, bukan arena perjudian pribadi untuk mengejar jabatan jadi menteri lagi,” ujarnya.
Andy sekaligus mengingatkan Budi Arie agar tidak memainkan narasi yang berpotensi mengadu Presiden Prabowo Subianto dengan Jokowi.
Pernyataan tersebut muncul setelah beredar video Budi Arie berbicara dalam sebuah forum yang turut dihadiri Jokowi. Dalam rekaman itu, Budi Arie membahas kemungkinan terjadinya perubahan politik lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029.
Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik kemudian menjelaskan bahwa video yang beredar tidak menampilkan rekaman secara utuh.
Menurut Freddy, pernyataan Budi Arie merupakan bagian dari diskusi mengenai berbagai kemungkinan politik dalam acara silaturahmi antara Jokowi dan para relawannya pada bulan Kemerdekaan.



