Qonita Lutfiyah Beberkan Indikator Penilaian BK Award 2026 - Telusur

Qonita Lutfiyah Beberkan Indikator Penilaian BK Award 2026

Ketua BK DPRD Depok Qonita Lutfiyah saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung DPRD. Sumber foto: dok.telusur.co.id

telusur.co.id - Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok punya cara tersendiri untuk mengukur kedisiplinan para wakil rakyat.

Hal itu disampaikan dalam pelaksanaan BK Award 2026 yang kembali digelar bertepatan dengan HUT ke-27 DPRD Kota Depok, Kamis (3/9/2026).

Ketua BK DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah, mengatakan, penghargaan tersebut bukan semata-mata bentuk apresiasi. Di baliknya terdapat mekanisme penilaian yang berkaitan dengan kedisiplinan anggota DPRD dalam menjalankan tugas.

"Penilaiannya itu data dari staf pendamping terkait dengan kedisiplinan dan kehadiran anggota dewan, baik itu rapat paripurna maupun rapat-rapat alat kelengkapan lainnya," ujar dia kepada wartawan.

Penilaian tersebut kemudian dilengkapi dengan aspek kepatuhan terhadap kode etik dan tata cara berpakaian anggota DPRD.

Dengan demikian, papar Qonita, penghargaan yang diberikan BK bukan hanya melihat siapa yang aktif hadir dalam rapat, tetapi juga bagaimana anggota dewan menjalankan aturan sebagai wakil rakyat.

BK Award tahun ini memiliki beberapa kategori. Selain tiga besar kategori umum, penghargaan juga diberikan kepada anggota dengan predikat terbaik dari masing-masing fraksi.

Qonita berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemicu bagi anggota DPRD untuk meningkatkan kinerja.

"Harapan bagi yang pemenang, mudah-mudahan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerjanya," tutur dia.

Namun, lanjutnya, mekanisme BK tidak hanya mengenal penghargaan. Bagi anggota yang dinilai tidak disiplin, terdapat pula konsekuensi berupa teguran.

"Ya kan ada punishment, ada award. Untuk teman-teman yang tidak berdisiplin tentunya juga akan ada teguran dari BK," beber Qonita.

Qonita tidak merinci siapa saja anggota yang mendapat penilaian kurang dalam aspek kedisiplinan.

Lebih jauh, dia menegaskan, momentum HUT ke-27 DPRD Depok seharusnya tidak berhenti pada seremoni maupun pemberian penghargaan.

Di tengah momentum tersebut, Qonita turut mencuri perhatian dengan mengenakan pakaian adat Kalimantan Timur saat rapat paripurna istimewa.

Dia pun menyebut, pilihan pakaian tersebut sebagai simbol kebhinekaan. "Karena kebhinekaan, berbeda-beda tetap satu jua," pungkas Qonita.

 

 

Editor: Farouq Iskandar


Tinggalkan Komentar