Hari Batik Nasional, The Alana Surabaya Apresiasi Kreativitas Anak Disabilitas lewat Batik Lukis

by Arianto Deni |
Hari Batik Nasional, The Alana Surabaya Apresiasi Kreativitas Anak Disabilitas lewat Batik Lukis
The Alana Surabaya menggelar kegiatan membatik bersama Qurrota'Ain Rizky Cahyani. Foto: Istimewa.

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, The Alana Surabaya menggelar kegiatan membatik bersama Qurrota'Ain Rizky Cahyani atau yang akrab disapa Tata, anak yang mengikuti kegiatan di Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya The Alana Surabaya memberikan ruang bagi Tata untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengapresiasi potensi anak disabilitas melalui seni dan budaya Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Tata membuat karya batik lukis dengan menggunakan kuas untuk mengaplikasikan motif pada kain. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan bagi Tata untuk menyalurkan minat seninya melalui media yang berbeda sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia yang diperingati setiap 2 Oktober.

Karya batik lukis buatan Tata rencananya akan dipajang di area The Alana Surabaya setelah proses pengerjaan selesai. Inisiatif tersebut menjadi bentuk apresiasi hotel terhadap kreativitas Tata sekaligus memberikan kesempatan agar karyanya dapat dikenal lebih luas.

Nantinya, karya tersebut diharapkan dapat dinikmati para tamu hotel sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki potensi yang layak mendapatkan ruang untuk berkembang dan diapresiasi.

Ketertarikan Tata terhadap seni menggambar telah terlihat sejak usia dini. Menurut penuturan ibunya, Beta Ami, Tata mulai menunjukkan minat tersebut sejak duduk di bangku taman kanak-kanak.

Saat itu, berbagai media di sekitarnya, mulai dari kertas dan kardus hingga tembok rumah, kerap menjadi tempat bagi Tata untuk menuangkan kreativitasnya melalui gambar.

Seiring waktu, keluarga berupaya menemukan lingkungan yang dapat mendukung minat dan bakat Tata. Rumah Anak Prestasi (RAP) Surabaya kemudian menjadi salah satu tempat bagi Tata untuk menyalurkan kreativitas, berkarya, dan mengembangkan kemampuannya melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan ketertarikannya.

Bagi keluarga, keberadaan RAP memberikan ruang yang berarti bagi perkembangan Tata. Dukungan terhadap minatnya di bidang seni diharapkan dapat membantu Tata semakin percaya diri dalam berkarya dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya.

Kemampuan Tata di bidang seni juga tercermin melalui prestasinya. Pada 21–25 Agustus 2024, Tata meraih penghargaan Best Line Master dalam kategori usia 10–13 tahun pada ajang We Are The World Event di Jakarta, berdasarkan informasi prestasi yang disampaikan kepada pihak hotel.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Tata dalam menekuni sekaligus mengembangkan kemampuan seninya.

Rumah Anak Prestasi merupakan fasilitas yang dikembangkan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial sejak 2022 sebagai wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi. Kehadiran RAP memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengeksplorasi minat, mengasah kemampuan, dan memperoleh ruang untuk berkarya.

General Manager The Alana Surabaya, Fabio P. Simorangkir, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi anak disabilitas sekaligus momentum untuk merayakan seni dan budaya Indonesia.

“Melalui kegiatan membatik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas dan menunjukkan potensi yang mereka miliki. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki keunikan dan bakat yang layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang serta diapresiasi.

Kami memilih untuk memajang karya batik lukis Tata di The Alana Surabaya setelah proses pengerjaannya selesai sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan hasil karyanya. Kami berharap karya ini nantinya dapat dinikmati oleh para tamu sekaligus mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya, berkembang, dan memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Fabio.

Sementara itu, Beta Ami berharap Tata dapat terus mengembangkan minat dan bakatnya di bidang seni serta memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk menunjukkan kemampuannya kepada masyarakat.

“Kami berharap Tata dapat semakin diterima oleh masyarakat dan karya-karyanya semakin dikenal. Semoga ke depannya Tata bisa terus berkarya sesuai dengan bakat dan minatnya, memiliki kesempatan untuk bekerja di bidang yang disukainya, serta tumbuh menjadi anak yang mandiri dan sukses,” ungkap Beta Ami.

Melalui kegiatan tersebut, The Alana Surabaya berharap dapat turut mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif, tempat kreativitas mendapatkan apresiasi dan setiap individu memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensinya.

Peringatan Hari Batik Nasional pun menjadi momentum bagi The Alana Surabaya untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengingatkan pentingnya memberikan ruang kepada setiap individu untuk berekspresi melalui karya.

Komentar

Berita Terkait