telusur.co.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong industri konstruksi nasional untuk terus meningkatkan daya saing melalui inovasi, penguatan kualitas, serta pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menko AHY saat membuka IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, sektor konstruksi memiliki peran strategis sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus penyedia lapangan kerja.
AHY mengatakan industri konstruksi selama ini konsisten menjadi salah satu sektor dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Karena itu, pertumbuhan sektor tersebut akan memberikan dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Sektor konstruksi ini terus berada di lima besar penyumbang PDB nasional sekaligus menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, jika sektor ini tumbuh sehat, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan bergeraknya roda perekonomian,” ujar AHY.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, infrastruktur harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat daya saing bangsa, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Menurut AHY, penguatan industri konstruksi nasional akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan tiga juta rumah, jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga pembangunan Sekolah Rakyat yang membutuhkan ekosistem konstruksi yang kuat dan kompetitif.
“Kita tidak hanya ingin membangun lebih banyak, tetapi kita harus membangun lebih baik, lebih berkualitas, lebih berdampak, dan membangun untuk semua. Artinya tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari pembangunan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi perkembangan industri konstruksi dalam negeri yang semakin mampu menghasilkan produk berkualitas dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang meningkat.
Saat meninjau area pameran, ia melihat berbagai inovasi karya anak bangsa mulai dari material bangunan, furnitur, produk interior, hingga teknologi konstruksi yang dinilai memiliki standar internasional.
“Ini membanggakan. Produk-produk Indonesia semakin inovatif, semakin berkualitas, dan kandungan lokalnya juga semakin tinggi. Ini menunjukkan industri nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” katanya.
AHY memastikan pemerintah akan terus menciptakan iklim usaha yang mendukung perkembangan industri konstruksi melalui regulasi yang memberikan kepastian, kemudahan, serta berbagai bentuk insentif bagi pelaku usaha.
Namun, ia mengingatkan pembangunan masa depan harus mempertimbangkan tantangan perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana alam. Infrastruktur yang dibangun harus memiliki daya tahan tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Ke depan kita harus semakin adaptif menghadapi krisis iklim. Material konstruksi yang digunakan harus semakin kuat, semakin tangguh, dan resilient terhadap berbagai potensi bencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelas AHY.
Ia menilai IndoBuildTech Expo 2026 bukan sekadar ajang pameran produk konstruksi, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, arsitek, akademisi, dan investor untuk mempercepat inovasi sektor konstruksi nasional.
“Ekosistem konstruksi Indonesia semakin lengkap, semakin inovatif, dan semakin unggul. Kita tidak boleh kalah dengan negara-negara yang lebih dahulu maju dalam bidang konstruksi dan infrastruktur. Justru kita harus semakin percaya diri bahwa Indonesia mampu menjadi pemain yang diperhitungkan,” tutur AHY.
IndoBuildTech Expo 2026 diikuti sekitar 500 tenant. Sebanyak 90 persen peserta berasal dari industri dalam negeri, sementara sisanya berasal dari sejumlah negara seperti Tiongkok, Singapura, Vietnam, Kanada, dan negara lainnya.
Kehadiran peserta internasional diharapkan dapat memperkuat transfer teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing industri konstruksi Indonesia di pasar global.
Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten Shri Chandra Satryotomo menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem konstruksi yang inovatif dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara arsitek, industri material bangunan, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah akan menghasilkan pembangunan yang tidak hanya modern, tetapi juga menciptakan ruang hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan Indonesia tidak hanya menghasilkan bangunan yang berkualitas, tetapi juga menghadirkan ruang hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Shri Chandra.
Pembukaan IndoBuildTech Expo 2026 turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Ketua IAI Provinsi Banten Shri Chandra Satryotomo, serta jajaran penyelenggara PT Debindo.



