Puteri Komarudin: Status Emerging Market Jadi Modal Penting Jaga Daya Saing Pasar Modal Indonesia - Telusur

Puteri Komarudin: Status Emerging Market Jadi Modal Penting Jaga Daya Saing Pasar Modal Indonesia

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin

telusur.co.id - Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menilai keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market menjadi sinyal positif bagi daya saing pasar modal nasional di tengah persaingan investasi global.

Menurut Puteri, status tersebut menunjukkan pasar modal Indonesia masih memiliki posisi strategis serta tetap menjadi salah satu tujuan yang diperhitungkan investor internasional.

“Tentunya, kami melihat keputusan ini yang menunjukkan pasar modal Indonesia tetap memiliki posisi penting dan berdaya saing global,” kata Puteri dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (13/8/2026).

MSCI Keluarkan 10 Saham Indonesia

Meski menilai keputusan mempertahankan status emerging market sebagai kabar positif, Puteri meminta seluruh pihak tidak mengabaikan penyesuaian terbaru yang dilakukan MSCI terhadap sejumlah saham Indonesia.

MSCI diketahui akan mengeluarkan 10 saham Indonesia dari indeks global mulai penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.

Menurut Puteri, perkembangan tersebut harus menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan fundamental pasar modal Indonesia. Ia pun mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) untuk konsisten melanjutkan agenda reformasi.

“Karenanya, kami mendorong OJK dan Self Regulatory Organization (SRO) untuk terus melanjutkan agenda reformasi di pasar modal,” ujarnya.

Reformasi Pasar Modal Harus Diperkuat

Puteri menyebut reformasi perlu menyentuh berbagai aspek penting, mulai dari kebijakan free float emiten, penerapan High Shareholding Concentration (HSC), peningkatan granularitas klasifikasi investor, penguatan tata kelola perusahaan, hingga penegakan hukum.

Menurut dia, langkah-langkah tersebut penting untuk meningkatkan transparansi, memperkuat kepercayaan investor, sekaligus menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih sehat dan kompetitif.

“Berbagai langkah perbaikan ini perlu dijalankan secara konsisten agar pasar modal Indonesia semakin transparan dengan tata kelola yang semakin kuat,” imbuhnya.

Evaluasi MSCI November Jadi Momentum

Puteri menegaskan pembenahan pasar modal tidak boleh berhenti hanya karena Indonesia masih mempertahankan status emerging market.

Terlebih, MSCI dijadwalkan kembali mengevaluasi perkembangan Indonesia pada November mendatang. Karena itu, pemerintah, OJK, dan SRO dinilai perlu memastikan berbagai agenda reformasi dapat menunjukkan hasil yang konkret.

Ia berharap perbaikan yang dilakukan mampu memperkuat kepercayaan investor global dan memastikan Indonesia tetap berada dalam radar investasi internasional.

“Harapannya, perbaikan yang dilakukan dapat menunjukkan kemajuan signifikan dan Indonesia tetap dapat mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market,” pungkas Puteri.


Tinggalkan Komentar