Aksi Bersama Bantu Sesama Resmi Diluncurkan, Ini Kolaborasi Tiap Daerah - Telusur

Aksi Bersama Bantu Sesama Resmi Diluncurkan, Ini Kolaborasi Tiap Daerah


telusur.co.id - Aksi Bersama Bantu Sesama (ABBS) yang diinisiasi serta kolaborasi jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) telah resmi dirilis secara daring pada Jumat lalu. 
Peluncuran itu dihadiri seluruh elemen pentahelix A-B-C-G-M (akademisi, pelaku bisnis/swasta, komunitas, pemerintah, serta media), para penggerak penting bagi ekosistem ekonomi kreatif.

Ketua Umum ICCN, Fiki Satari menjelaska,  ABBS ini terdiri dari 5 program terpadu, sebagai wujud dari sikap tanggap dalam merespons kondisi darurat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

"Lima program di bawah payung besar campaign 'Aksi Bersama Bantu Sesama' didesain dengan sangat luar biasa oleh seluruh teman-teman satgas ICCN yang kita luncurkan sore ini. Yang terus ingin kita pastikan, seluruh program dapat tepat sasaran. Mohon dukungan seluruh rekan agar inisiatif bersama ini dapat menjadi gerakan masif dan konkret," kata Fiki dalam keterangannya, Minggu (17/5/20).

Lima program terpadu dalam campaign ABBS ini ialah Ajar (Akademi Belajar), ICS (Indonesia Creative Store), Rescue (Reaksi Cepat Komunitas Terdampak), Damping (Pendampingan Komunitas Terdampak), dan Pulih (Percepatan Usaha Komunitas Lintas Wilayah). Masing-masing program memiliki fungsi tersendiri dalam tahapan mitigate and survive, recover, re-establish and develop, grow and sustain dalam ekosistem ekonomi kreatif. 

Acara peluncuran ini pun didukung oleh para perwakilan dari UN-HABITAT dan DesignSingapore Council yang selama ini telah berkolaborasi dengan ICCN. Campaign ABBS ini pun secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. 

“Pada intinya, semua kota sedang luar biasa terdampak. Saya mengerti tekanan yang sedang dihadapi oleh kepemimpinan semua kota di Indonesia, terutama yang pernah bekerja dengan saya. Atas nama UN-HABITAT, kami siap mendukung semua di sini, melalui ICCN dan mitra-mitra lainnya," kata Neil Khor, UN-HABITAT.

Selain itu, Piah Choo, DesignSingapore Council, menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Singapura untuk sosialisasi protokol kesehatan, seperti membuat serial konten kreatif "The COVID Chronicles" dan #BETTERBYDESIGN. 

"Pariwisata dan ekonomi kreatif sangat terdampak. Data tahun 2019 menyatakan bahwa ada kurang lebih 19 juta pekerja ekonomi kreatif dan 13 juta tenaga langsung pariwisata; belum termasuk ekosistemnya atau value chain-nya, yang berisiko terdampak COVID-19 ini," kata Wishnutama saat meluncurkan campaign ABBS melalui aplikasi Zoom yang difasilitasi ICCN.

 "Saya sering sampaikan bahwa dalam tiap krisis ini selalu ada kesempatan. Biasanya, pada setiap krisis, ada yang kalah dan ada yang menang. Dan kalau teman-teman pelajari, biasanya yang menang adalah orang-orang yang optimis, orang-orang yang positif, dan tetap berusaha mencari peluang dalam setiap kondisi krisis."

Wishnutama mengaku, kementeriannya telah mempersiapkan berbagai protokol kesehatan yang  dikonsultasikan juga Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas, juga dengan WTTC, agar protokol itu sesuai dengan standard internasional. 

"Seperti disampaikan Presiden, kondisi COVID ini harus kita atasi dari segi kesehatan, tetapi pada saat yang bersamaan kita juga harus melihat peluang untuk perekonomian, walaupun perlu waktu dan tahapan-tahapan yang disampaikan tadi. Akhir kata, saya harap para pelaku industri kreatif dapat selalu optimis, selalu berpikiran positif, dan tetap mencari peluang di tengah situasi sesulit apapun. Saya ingatkan, dalam setiap krisis pasti ada opportunity, yang ada dan harus kita manfaatkan."

Pemaparan Kepala Daerah

Pada sesi pemaparan dari 5 kepala daerah, yaitu Bupati Sleman, Bupati Karangasem, Wali Kota Kendari, Gubernur Jawa Tengah, serta tayangan dari Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Riau, yang dimoderatori oleh Liliek Setiawan selaku Deputi Kelembagaan dan Penguatan Jejaring ICCN.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan bahwa pada Februari 2020 Kabupatennya telah melaksanakan MoU dengan 6 start-up, Gojek, Grab, Tokopedia, Bukalapak, OVO, dan Payfazz, untuk mendukung kegiatan ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata di Kabupaten Sleman, dalam bidang protokol kesehatan di pasar serta operasional bidang ekonomi, tanggap darurat, pemulihan ekonomi, hingga kebangkitan ekonomi.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri memaparkan inovasi di Kabupatennya yaitu memastikan keselamatan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Karangasem, serta 7 Paket Kebijakan Penanganan Covid-19.

Wali Kota Kendari Sulkarnain turut menyampaikan beberapa tindakan, antara lain membuat Tim Gugus Tugas sampai tingkat RT dan RW yang membantu pendataan, menyalurkan paket sembako dengan kemasan yang disesuaikan dengan ulang tahun Kota Kendari, serta memberi asuransi kepada seluruh tenaga medis dan seluruh relawan.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memaparkan tiga hal yang menjadi perhatiannya, yaitu Gelombang pertama di mana dunia kesehatan sudah memperbaiki banyak hal, terutama protokol dan kelengkapannya. 

Gelombang kedua adalah hari ini, yaitu pembagian bantuan sosial. Gelombang ketiga adalah ekonomi, dan inilah yang mesti kita lakukan. Ganjar pun mengajak masyarakat untuk masuk ke kehidupan 'normal baru'. "Mari keluar pakai masker, mari selalu jaga jarak, mari selalu cuci tangan." 

Jawa Tengah juga melaksanakan kebijakan bottom-up, starting from the end, dengan kekuatan yang ada di masyarakat dan dirajut secara pentahelix, melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Berbasis Masyarakat di Tingkat RW, yaitu "Jogo Tonggo, Jateng Gayeng”.

Selain penjelasan dari empat kepala daerah diatas, di acara peluncuran ABBS juga ada dukungan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Dalam kesempatan itu, Kang Emil mengatakan bahwa kreativitas, kebersamaan, dan kekompakan wajib dilalui bersama, agar pandemi bisa segera selesai.

"Orang yang paling mulia adalah orang yang paling bermanfaat untuk masyarakat. Tangan di atas adalah lebih baik dari tangan di bawah. Jadilah pemuda yang memberikan solusi, bukan yang memaki-maki. Saya ucapkan selamat untuk ICCN atas inisiatifnya melakukan Aksi Bersama Bantu Sesama di kala pandemi COVID ini," kata Kang Emil.

Ada juga video dukungan pun dikirim dari Gubernur Riau Syamsuar. "Dalam suasana Covid-19 saat ini, kami harapkan kepada pelaku usaha kreatif yang ada di Provinsi Riau agar tetap bisa melakukan kegiatan usahanya," tuturnya.

Sebagai informasi, Aksi Bersama Bantu Sesama secara daring telah berhasil dilaksanakan, disaksikan oleh 431 peserta konferensi virtual serta 580 pemirsa yang mengikuti secara langsung di kanal YouTube ICCN. 

Aksi Bersama Bantu Sesama ini menjadi pijakan awal untuk beraksi demi kebaikan serta kemajuan bersama. Dengan ini, program terpadu yang menjadi bagian dari campaign ICCN "Aksi Bersama Bantu Sesama" pun resmi dimulai! "Padamu Negeri, Kami Berkolaborasi!".[Fhr]
 


Tinggalkan Komentar