telusur.co.id - Anak dari Menteri Federal India, Ashish Mishra, ditangkap polisi atas dugaan keterlibatannya dalam serangan tabrakan mobil yang menewaskan delapan orang petani.

Ashish Mishra dikirim ke tahanan pengadilan selama 14 hari. Penyebabnya karena mobil yang terkait dengan ayahnya, Menteri Dalam Negeri India, Ajay Mishra, menabrak para petani yang sedang melakukan aksi protes di negara bagian Uttar Pradesh. 

Para Petani menuduh Ashish Mishra berada di balik serangan itu. Kendati, tuduhan itu dibantah Mishra. Massa yang marah kemudian memukuli hingga tewas tiga pria di dalam mobil, termasuk pengemudinya. 

Seorang jurnalis juga tewas dalam kekerasan tersebut. Polisi menangkap Ashish Mishra pada Sabtu malam setelah menginterogasinya selama lebih dari 12 jam. Apalagi, awalnya Ashish Mishra selalu menolak hadir ketika dipanggil.

"Kami menahan Ashish Mishra. Dia tidak bekerja sama dalam penyelidikan," kata Wakil Inspektur Jenderal Upendra Agarwal kepada kantor berita Reuters, Senin (11/10/21). 

Polisi menangkap dua pria lain sehubungan dengan insiden itu pada Kamis beberapa jam setelah Mahkamah Agung meminta pemerintah negara bagian untuk mengajukan laporan tentang penyelidikan tersebut.

Pejabat negara juga menunjuk seorang pensiunan hakim untuk mengepalai komisi yang akan menyelidiki serangan itu. Tetapi pada hari Jumat, pengadilan tinggi mengatakan bahwa mereka "tidak puas dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah negara bagian" dan bertanya kepada polisi mengapa putra menteri tidak ditangkap ketika dia dituduh melakukan kejahatan serius seperti pembunuhan.

Menanggapi masalah ini, Ajay Mishra terus menyangkal tuduhan itu. Dia mengatakan bahwa baik dia maupun putranya tidak berada di dalam mobil ketika insiden itu terjadi. 

Ashish Mishra, bagaimanapun, pada awalnya mengatakan dia melarikan diri dari gerombolan itu dan berlari ke ladang. Tetapi kemudian dia bersikeras bahwa dia tidak pernah berada di dalam mobil atau di tempat kejadian. 

Sementara itu, para pemimpin dari partai oposisi utama Kongres, Priyanka dan Rahul Gandhi, mengunjungi Lakhimpuri Kheri pada hari Rabu dan bertemu dengan keluarga para petani dan jurnalis yang telah meninggal. 

Para pemimpin oposisi telah mencoba mengunjungi distrik itu sejak Minggu tetapi polisi negara bagian melarang mereka memasuki negara bagian itu, dengan alasan situasi hukum dan ketertiban. Beberapa politisi, termasuk Gandhi, bahkan ditahan dalam perjalanan mereka.[Tp]

Laporan: Nadila Firdinia