BPDP BLU Kemenkeu dan Politeknik LPP Gelar Workshop UMKM Berbahan Sawit, Kakao, dan Kelapa - Telusur

BPDP BLU Kemenkeu dan Politeknik LPP Gelar Workshop UMKM Berbahan Sawit, Kakao, dan Kelapa

Workshop Startup Produk UMKM Berbahan Sawit, Kakao, dan Kelapa. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Pembelajaran kewirausahaan tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui Workshop Startup Produk UMKM Berbahan Sawit, Kakao, dan Kelapa, peserta diajak belajar langsung dari pelaku usaha dan praktisi sekaligus mempraktikkan pengolahan komoditas perkebunan menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (6/8/2026) tersebut merupakan hasil kolaborasi Politeknik LPP dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai bagian dari program Youthpreneurship Planters Bootcamp (YPB) 2026.

Mengusung konsep field trip, edukasi, dan praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam mengolah berbagai produk UMKM berbahan baku sawit, kakao, dan kelapa.

Kegiatan tersebut juga bertujuan mengenalkan produk UMKM berbasis limbah atau produk sampingan komoditas perkebunan, mengedukasi mahasiswa mengenai manfaat komoditas perkebunan, mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mempromosikan berbagai manfaat komoditas perkebunan.

Mulai dari membatik menggunakan malam berbahan sawit, mengolah pangan tradisional berbahan kelapa, hingga mengolah biji kakao menjadi produk cokelat bernilai ekonomi, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta memahami besarnya potensi komoditas perkebunan Indonesia untuk dikembangkan menjadi produk kreatif dan berdaya saing.

Secara terpisah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan YPB menjadi salah satu bentuk nyata komitmen BPDP sebagai BLU Kementerian Keuangan dalam mendorong pengembangan produk-produk komoditas perkebunan sekaligus menumbuhkan generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan berbasis potensi sumber daya Indonesia.

Menurutnya, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dilatih, didorong, dan diwajibkan menghasilkan gagasan produk inovatif berbahan sawit, kakao, dan kelapa yang memiliki nilai tambah serta peluang pasar.

"Ada potensi-potensi di kelapa sawit, kakao, dan kelapa yang bisa diusahakan sebagai ajang untuk membangun kewirausahaan mahasiswa, sehingga mereka nantinya diharapkan dapat membangun UKMK-UKMK berbasis sawit, kakao, dan kelapa dan tujuan akhirnya adalah berkontribusi dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," kata Helmi melalui sambungan virtual.

Kegiatan praktik pertama dilaksanakan di salah satu desa wisata di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Di lokasi tersebut, peserta belajar membuat batik tulis dan batik cap.

Dengan pendampingan para perajin lokal, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan pola, teknik mencanting, penggunaan cap batik, hingga proses pewarnaan dan penyelesaian kain batik.

Selain mengenalkan kekayaan budaya Indonesia, kegiatan tersebut juga memperlihatkan pemanfaatan produk turunan sawit sebagai salah satu bahan pendukung dalam proses pembatikan yang lebih ramah lingkungan.

Salah seorang tutor batik menjelaskan bahwa kreativitas menjadi modal utama dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi.

"Membatik bukan sekadar menggambar di atas kain, tetapi juga menuangkan ide, ketelitian, dan kesabaran. Kami berharap peserta melihat bahwa batik memiliki peluang usaha yang luas, terutama jika dipadukan dengan inovasi bahan dan desain yang mengikuti kebutuhan pasar," jelasnya.

Perjalanan edukatif kemudian dilanjutkan dengan praktik mengolah makanan tradisional klepon dan cemplon aneka rasa berbahan dasar kelapa.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari teknik pemilihan bahan baku, pembuatan adonan, pengolahan isian, hingga penyajian produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Berbagai inovasi rasa juga diperkenalkan sebagai contoh bagaimana pangan tradisional dapat dikembangkan menjadi produk UMKM yang diminati berbagai kalangan.

Tutor pelatihan menyampaikan bahwa makanan tradisional akan tetap memiliki tempat di hati masyarakat apabila terus dikembangkan melalui inovasi.

"Klepon dan cemplon adalah warisan kuliner Indonesia. Dengan sentuhan kreativitas pada rasa, tampilan, dan pengemasan, produk sederhana ini mampu menjadi peluang usaha yang menjanjikan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa," ujarnya.

Kegiatan berikutnya dilaksanakan di salah satu perusahaan pengolahan cokelat lokal di Yogyakarta. Peserta memperoleh edukasi mengenai proses pengolahan kakao, mulai dari biji kakao, fermentasi, penyangraian, penghalusan, hingga menjadi cokelat siap konsumsi.

Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung pembuatan berbagai olahan cokelat menjadi produk yang lebih menarik, kreatif, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Menurut tutor dari perusahaan cokelat tersebut, Indonesia memiliki potensi besar sebagai penghasil kakao berkualitas yang perlu terus didorong melalui inovasi produk.

"Konsumen saat ini tidak hanya membeli rasa, tetapi juga pengalaman dan cerita di balik produk. Karena itu, kreativitas dalam mengolah cokelat menjadi berbagai produk siap konsumsi merupakan peluang besar bagi lahirnya startup baru di sektor pangan berbasis kakao," tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak startup UMKM yang mampu mengolah potensi sawit, kakao, dan kelapa menjadi produk inovatif dengan nilai tambah tinggi.

Penguatan kompetensi melalui praktik lapangan menjadi bekal penting bagi peserta untuk mengembangkan usaha yang adaptif, kreatif, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Sebagai institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia sektor perkebunan, Politeknik LPP berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari upaya mempromosikan potensi, peluang, dan manfaat produk UMKM berbahan komoditas perkebunan Indonesia.

Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan juga akan terus diperkuat guna melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.

Politeknik LPP menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP atas kepercayaan yang diberikan dalam penyelenggaraan program tersebut. Kolaborasi yang telah terjalin diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pengembangan SDM dan UMKM perkebunan pada masa mendatang.


Tinggalkan Komentar