Cegah Kekerasan Seksual, Ini yang Akan Dilakukan PII Wati Jabar  - Telusur

Cegah Kekerasan Seksual, Ini yang Akan Dilakukan PII Wati Jabar 

PII Wati Jabar audiensi dengan dinas perempuan. (Foto: Dok. PII Wati Jabar)

telusur.co.id - Pengurus Koordinator Wilayah Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati Jawa Barat menggelar audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar. Audiensi ini dalam rangka melaporkan PII Wati akan menggelar kegiatan bertema "Refungsionalisasi Korps PII Wati sebagai ruang pendidikan ramah perempuan."

Kepala Divisi Kajian Isu Komunikasi Eksternal PII Wati Jabar, Atikah Taqiyyah Darwis menilai, para pelajar, khususnya perempuan, perlu di edukasi tentang bahaya kekerasan seksual di sekolah-sekolah. 

"Proud to be Educated Woman merupakan kegiatan yang akan mewadahi seluruh pelajar putri dan juga anak-anak agar mereka semua dapat terhindar menjadi korban kekerasan seksual," kata Atikah dalam keterangannya, Rabu (16/12/20). 

Atikah melanjutkan, tujuan kegiatan ialah untuk memenuhi hak pendidikan perempuan yang sama dengan laki-laki, hak untuk merasa aman dan nyaman, serta hak dapat mengembangkan potensi dirinya.

Korps PII Wati tidak bisa hanya berpaku tangan dan membaca berita kekerasan seksual setiap hari. Sebagi organisasi yang concern pada pembinaan pelajar putri dan anak, PII Wati perlu hadir mencegah semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual kepada pelajar putri.

Senada, Ketua Koordinator Wilayah Korps PII Wati Jawa Barat, Alni Nur Firani, menyebut, pihaknya sudah membangun ruang-ruang alternatif sebagai wadah pembinaan pelajar putri, yaitu ISTEECOMAH (Islamic teenagers course for muslimah), dan pembinaan anak yang gerakanya disebut laboratorium tunas. 

Laboratorium tunas ini merupakan sebagai wadah untuk mengembangkan potensi anak, seperti kegiatan calinstung, camping ceria. Harapanya, dengan wadah ini, anak bisa berkembang sesuai fasenya. 

"Program ini sudah dilandingkan oleh koordinator daerah  diantaranya Garut, Sumedang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Bogor, Tasik, Sukabumi, KBB dan Cianjur merupakan bidang keputrian," tuturnya.

Pihak DP3AKB yang dihadiri oleh Inge Wahyuni Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, menilai, gerakan-gerakan yang akan digaungkan oleh Koorwil PII Wati merupakan hal positif. 

"Koorwil PII Wati punya kesadaran untuk membangun ruang alternatif untuk membina para pelajar  dan anak itu hebat," tutur Inge. 

Inge juga mendukung program PII Wati laboratorium tunas. Sebab, selaras dengan program bidang pemenuhan hak anak, sebagai salah satu bentuk pengawalan 31 Hak Anak.

"Yang perlu dipenuhi ya dengan adanya laboratorium tunas tadi sebagai ruang alternatif upaya anak mendapatkan hak partisipasi untuk belajar, dan juga bermain," imbuhya.

Inge memastikan, DP3AKB siap mendukung dan mengawal program Koorwil PII Wati Jawa Barat yang akan segera dimulai pada Januari tahun depan. 

"Bentuk dukunganya nyatanya siap menjadi pembicara pada dialog terbuka/webinar," tukas Inge.[Fhr]


Tinggalkan Komentar