Dari Tambora, Pemerintah Kick Off Program Bedah Rumah Jakarta 2026 - Telusur

Dari Tambora, Pemerintah Kick Off Program Bedah Rumah Jakarta 2026

Menteri PKP RI, Maruarar Sirait (kiri) bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (kanan, memakai baju dinas) saat meluncurkan program bedah rumah 2026 di Tambora, Jakarta Barat. Sumber foto: Humas PKP

telusur.co.id - Pemerintah resmi memulai pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 di DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Peluncuran program yang dikenal sebagai bedah rumah tersebut dilakukan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Senin (15/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menerapkan mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT), sebuah sistem yang memungkinkan warga penerima bantuan memilih sendiri penyedia material bangunan secara transparan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, mekanisme tersebut dirancang untuk memastikan penggunaan anggaran negara berlangsung lebih efisien sekaligus memperkuat pengawasan publik terhadap program bantuan perumahan.

"Dengan sistem ini, prosesnya lebih terbuka, anggaran lebih hemat, dan pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan. Yang terpenting, manfaatnya kembali kepada masyarakat," ucap dia kepada wartawan. 

Dalam pelaksanaan PTT di Kalianyar, dua toko bangunan mengikuti proses seleksi terbuka yang dilakukan langsung oleh masyarakat penerima bantuan. Dari hasil pemilihan tersebut, pemerintah mencatat penghematan anggaran sekitar Rp9 juta.

Menurut Maruarar, efisiensi anggaran yang diperoleh seharusnya dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

"Setiap rupiah yang berasal dari uang negara harus diawasi secara terbuka. Tidak boleh ada ruang untuk penyimpangan. Hasil penghematan ini bisa diarahkan untuk warga yang kondisinya paling rentan sehingga manfaat program semakin luas," ungkap dia.

Pada kesempatan yang sama, Maruarar dan Tito juga berdialog dengan sejumlah penerima bantuan dari berbagai wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu. 

Selain warga yang hadir langsung di lokasi, beberapa penerima manfaat mengikuti kegiatan secara virtual dari wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, hingga Pulau Harapan.

Pemerintah mencatat lonjakan signifikan pada alokasi BSPS tahun depan. Jika pada tahun sebelumnya program hanya mencakup 158 unit rumah, maka pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 5.659 unit.

Dari total tersebut, sebanyak 5.359 unit diperuntukkan bagi kawasan perkotaan di Jakarta, sementara 300 unit lainnya dialokasikan untuk wilayah pesisir Kepulauan Seribu.

Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah dengan porsi bantuan terbesar. Pemerintah mengalokasikan 1.350 unit rumah untuk wilayah tersebut. Hasil pendataan menunjukkan terdapat 942 rumah yang menjadi sasaran program dan tersebar di enam kecamatan serta 22 kelurahan.

Khusus di Kelurahan Kalianyar, sebanyak 29 rumah masuk dalam daftar penerima manfaat BSPS tahun 2026.

Maruarar juga memberikan apresiasi kepada jajaran Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa I yang terlibat dalam proses pendataan, verifikasi, hingga pelaksanaan program di lapangan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim Balai P3KP Jawa I yang telah bekerja dengan baik sehingga program ini dapat berjalan," tutur dia. 

Dia pun menilai, kerja tim menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan perumahan dapat tersalurkan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS), DPRD DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Barat, serta unsur asosiasi pengembang perumahan.

 

Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar