telusur.co.id - Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, menegaskan dirinya siap mengundurkan diri apabila merasa tidak lagi menjadi sosok yang tepat untuk membawa klub ke arah yang lebih baik. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tren performa buruk yang tengah dialami The Magpies.
“Apabila suatu saat merasa tidak lagi mampu membawa tim berkembang atau tidak bisa memberikan apa yang dibutuhkan para pemain, saya akan mundur dan memberi kesempatan kepada orang lain,” ujar Howe, seperti dikutip dari beIN Sports, Senin (9/2/2026).
Newcastle United saat ini tengah berada dalam periode sulit setelah menelan tiga kekalahan hanya dalam rentang tujuh hari pada pekan lalu. Situasi tersebut membuat tekanan meningkat jelang laga tandang melawan Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (11/2/2026).
Kekalahan 2-3 dari Brentford di St James’ Park pada pertandingan terakhir semakin memperpanjang catatan tanpa kemenangan Newcastle menjadi empat laga Liga Inggris secara beruntun. Hasil tersebut menambah sorotan terhadap performa tim yang dinilai belum konsisten sepanjang musim.
Meski menuntut reaksi dari para pemainnya, Howe menegaskan dirinya tidak lepas tangan atas situasi yang dihadapi klub. Ia menyatakan siap memikul tanggung jawab penuh sebagai pelatih kepala.
Menjelang duel melawan Tottenham, Howe mengakui perlunya melakukan evaluasi terhadap pekerjaannya sendiri. Namun demikian, ia menegaskan tidak memiliki keraguan sedikit pun terhadap kapasitasnya dalam menangani Newcastle United.
“Karena itulah saya duduk di sini. Bila ada keraguan, saya tidak akan berada di sini, karena klub adalah hal yang paling penting. Saya tidak pernah menempatkan diri saya di atas klub,” ujar Howe.
Pelatih asal Inggris tersebut juga menilai pengalaman-pengalaman sulit yang pernah ia lalui sepanjang karier kepelatihannya menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan saat ini. Ia percaya masa-masa sulit merupakan bagian dari proses membangun tim yang kuat.
Tantangan Newcastle dipastikan belum berakhir. Sepanjang Februari, The Magpies akan menjalani jadwal padat, mulai dari laga Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur, playoff dua leg Liga Champions 2025/26 menghadapi Qarabag, pertandingan Piala FA melawan Aston Villa, hingga duel liga kontra Manchester City dan Everton.
Howe menekankan pentingnya semangat kolektif dan kebersamaan tim untuk keluar dari situasi sulit tersebut. Menurutnya, perubahan bisa terjadi dalam waktu singkat apabila tim mampu menemukan kembali momentum positif.
“Momentum memang sedang tidak berpihak pada kami. Kami harus membalikkannya, dan dalam beberapa pertandingan saja, segalanya bisa terlihat sangat berbeda,” kata Howe. [ham]



