telusur.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi muncul sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi dalam bursa calon presiden, meninggalkan Presiden Prabowo Subianto dengan selisih cukup lebar.
Temuan itu terungkap dalam Survei Persepsi Publik Terhadap Kinerja Pemerintah dan Dinamika Politik Nasional yang dilakukan Tempo Data Science pada 31 Juli-11 Agustus 2026.
Dalam simulasi pertanyaan dengan menyodorkan nama calon, elektabilitas Dedi Mulyadi mencapai 42 persen.
Sementara Prabowo berada di posisi kedua dengan 15 persen dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati posisi ketiga dengan 10 persen.
Di bawah ketiga nama tersebut terdapat Gibran Rakabuming Raka dengan 6 persen, Ganjar Pranowo dan Sherly Tjoanda masing-masing 4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3 persen, Mahfud MD 2 persen, serta Khofifah Indar Parawansa 1 persen.
Sebanyak 5 persen responden menyatakan belum memutuskan pilihan.
Dominasi Dedi juga terlihat ketika Tempo Data Science menggunakan pertanyaan terbuka atau top of mind.
Tanpa disodorkan daftar nama calon presiden, sebanyak 41 persen responden secara spontan menyebut Dedi Mulyadi.
Prabowo kembali berada di posisi kedua dengan 15 persen, disusul Anies Baswedan 10 persen.
Gibran Rakabuming Raka dan Sherly Tjoanda masing-masing memperoleh 4 persen.
Elektabilitas Dedi melonjak, Prabowo turun
Perubahan paling mencolok terlihat dari tren elektabilitas kedua tokoh.
Elektabilitas Dedi Mulyadi tercatat sebesar 19,4 persen pada Desember 2025. Angkanya kemudian naik menjadi 24,2 persen pada Februari 2026 dan melonjak menjadi 42 persen pada survei terbaru.
Sebaliknya, elektabilitas Prabowo tercatat 48,2 persen pada Desember 2025, turun menjadi 37,6 persen pada Februari 2026, kemudian merosot hingga 15 persen pada Agustus 2026.
Dengan demikian, dalam periode yang sama, Dedi mengalami kenaikan sekitar 22,6 poin persentase, sedangkan Prabowo kehilangan sekitar 33,2 poin persentase dukungan.
Survei juga menunjukkan Dedi unggul di sejumlah wilayah dengan basis pemilih besar.
Elektabilitas Dedi mencapai 68 persen di Banten, 65 persen di Jawa Barat, 46 persen di Jawa Tengah dan DIY, 41 persen di Jakarta, serta 30 persen di Jawa Timur.
Dedi juga mencatat elektabilitas 54 persen di Kalimantan dan 39 persen di Sumatera.
Sementara itu, Prabowo unggul di Sulawesi dengan 33 persen. Gibran paling tinggi di Bali dengan 22 persen, sedangkan Sherly Tjoanda memimpin di Maluku dan Papua dengan 34 persen.
Dedi juga unggul di seluruh kelompok usia dan mencapai dukungan tertinggi sebesar 53 persen pada responden berusia 36-40 tahun. Sementara Prabowo paling kuat pada pemilih berusia di atas 60 tahun dengan elektabilitas 29 persen.
Survei Tempo Data Science melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling.
Wawancara dilakukan secara langsung dengan sampling error plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



