Survei Tempo Data Science: 62 Persen Masyarakat Tidak Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran - Telusur

Survei Tempo Data Science: 62 Persen Masyarakat Tidak Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran

Capture Survei Tempo Science/Ist

telusur.co.id -Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengalami penurunan tajam.

Hal itu tergambar dalam Survei Persepsi Publik Terhadap Kinerja Pemerintah dan Dinamika Politik Nasional yang dilakukan Tempo Data Science pada 31 Juli-11 Agustus 2026.

Hasil survei menunjukkan, hanya 37 persen responden yang menyatakan puas atau sangat puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran.

Sebaliknya, 62 persen responden menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali. Rinciannya, 50 persen kurang puas dan 12 persen tidak puas sama sekali.

Angka tersebut melanjutkan tren penurunan kepuasan terhadap pemerintah sejak akhir 2025.

Pada Desember 2025, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo-Gibran masih berada di level 75 persen. Angkanya turun menjadi 58 persen pada Maret 2026 dan kembali merosot menjadi 37 persen pada Agustus 2026.

Dengan demikian, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berkurang 38 poin persentase dibandingkan Desember 2025.

Survei Tempo Data Science juga menemukan tingkat ketidakpuasan tertinggi berada di Banten, yakni 76 persen. Disusul Jakarta 73 persen, Jawa Tengah dan DIY 68 persen, serta Sumatera dan Jawa Barat masing-masing 66 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, ketidakpuasan tertinggi terdapat pada responden berusia 26-30 tahun yang mencapai 74 persen.

Harga Kebutuhan Pokok Jadi Sorotan

Persoalan ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi ketidakpuasan masyarakat.

Sebanyak 27 persen responden yang tidak puas menyebut mahalnya atau terus naiknya harga kebutuhan pokok sebagai alasan utama.

Kemudian, 14 persen menyoroti persoalan pekerjaan dan pengangguran, sedangkan 13 persen menyebut kondisi ekonomi yang memburuk atau tidak stabil.

Selain itu, 10 persen responden menilai kebijakan pemerintah tidak tepat sasaran. Persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masuk dalam daftar alasan ketidakpuasan.

Ketika ditanya mengenai program yang perlu diperbaiki, 19 persen masyarakat meminta pemerintah menurunkan atau menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 16 persen meminta pemerintah memperbanyak dan mempermudah lapangan pekerjaan, sedangkan 13 persen menginginkan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat.

Survei Tempo Data Science dilakukan terhadap 1.260 responden yang tersebar di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling.

Responden merupakan penduduk yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Wawancara dilakukan secara langsung oleh surveyor independen.

Survei memiliki sampling error sekitar plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.


Tinggalkan Komentar