telusur.co.id -Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall resmi dimulai Jumat (14/8). Pada turnamen edisi kali ini, bakal ada 5 tim terbaik Indonesia yang akan bersaing memperebutkan gelar juara Free Fire se-Asia Tenggara tersebut.
Pada pekan pertama, seluruh wakil Indonesia akan tampil dua kali. Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu membuka perjuangan Indonesia pada Jumat kemarin. RRQ Kazu kembali bermain Sabtu, bersamaan dengan ONIC, EVOS Divine, dan MBR Omega yang menjalani pertandingan perdana. Ketiga tim tersebut kemudian kembali tampil pada Minggu (16/8) bersama Bigetron by Vitality.
FFWS SEA 2026 Fall juga diwarnai perubahan roster. EVOS Divine mendatangkan dua pemain FaizMKS dan IKAL. Sementara ONIC membawa kembali GEDAY dan merekrut pemain Thailand, Rattapoom Sunthalunai atau POOM. Di sisi lain, RRQ Kazu dan Bigetron by Vitality mempertahankan inti roster mereka.
Pelatih ONIC, Ahmad Fadly Masturoh, mengungkapkan bahwa ia ingin membantu ONIC kembali diperhitungkan di skena kompetitif Free Fire Asia Tenggara. Perubahan skuad di musim FFWS SEA Fall 2026 ini diharapkan bisa membangun kembali kepercayaan diri tim.
MBR Omega menjadi pendatang baru setelah menjuarai Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall. Mereka diperkuat Muhammad Akbar (BARA), yang memiliki pengalaman di sejumlah turnamen internasional.
"Performa kami dalam beberapa turnamen terakhir memang belum cukup bagus," tutur sosok yang akrab disapa Coach AFM ini.
"Kami gagal ke Grand Finals musim lalu dan melewatkan EWC, jadi perubahan ini bukan sekadar soal mencoba nama baru. Kami perlu membangun kembali cara bermain, kepercayaan diri, dan rasa lapar untuk bersaing. Target kami adalah membuat ONIC kembali menjadi tim yang pantas diperhitungkan," tambahnya.
Babak Knockout Stage berlangsung hingga 6 September. Dari 18 tim peserta, 12 tim akan lolos ke Grand Finals yang digelar di Surabaya pada 19–20 September. Juara ditentukan melalui format Champion Rush, dengan tim yang lebih dulu mencapai 110 poin dan meraih Booyah dinobatkan sebagai juara.
Laporan: Muhammad Pratama Supriyadillah.



