telusur.co.id - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai memastikan kesiapan sejumlah sekolah menengah negeri di Kota Malang untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan tersebut akan digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu, 8 Februari 2026.
Sekolah-sekolah yang disiapkan sebagai lokasi singgah jamaah meliputi SMAN 1 Kota Malang, SMAN 3 Kota Malang, dan SMKN 4 Kota Malang yang berada dalam satu kawasan. Kompleks sekolah ini akan difungsikan sebagai titik transit dan istirahat jamaah sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan utama di Stadion Gajayana.
“Kesiapan kawasan sekolah ini merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor agar para jamaah Mujahadah Kubro dapat terlayani dengan tertib, aman, dan nyaman,” tutur Aries Agung Paewai saat meninjau SMAN 8 Kota Malang. Kamis, (05/2/2026).
Ia menjelaskan, kompleks SMA Negeri tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 3.000 jamaah. Jamaah tersebut berasal dari tiga kabupaten di wilayah Jawa Timur, masing-masing sekitar 1.000 orang dari Kabupaten Jember, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Bondowoso.
Menurut Aries, penyiapan kawasan sekolah tidak hanya mencakup penyediaan ruang aula dan lapangan sebagai area istirahat jamaah, tetapi juga penguatan fasilitas pendukung lainnya.
“Kami menyiapkan fasilitas sanitasi, pengaturan akses keluar-masuk kawasan sekolah, serta penataan ruang agar mobilisasi jamaah dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas lingkungan sekitar,” ungkap mantan Kabiro Humas Pemprov Jatim ini.
Lebih lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, pemerintah daerah setempat, serta unsur pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib. Pengaturan teknis di lapangan juga akan menyesuaikan dengan kebutuhan jamaah, termasuk penempatan petugas pendamping dan pengelola lokasi singgah.
Alumnus IPDN 1999 ini menjelaakan bahwa, dukungan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyukseskan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama yang memiliki nilai historis dan spiritual penting bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan Mujahadah Kubro dengan khusyuk, nyaman, dan kembali ke daerah masing-masing dengan selamat,” tutup pria asli kelahiran Makassar, Sulsel ini. (ari)



