Kapal Iran Diserang Drone Ukraina, Teheran Ancam Tak Tinggal Diam - Telusur

Kapal Iran Diserang Drone Ukraina, Teheran Ancam Tak Tinggal Diam

Kapal Iran Diserang Drone Ukraina. Sumber foto: IRNA

telusur.co.id - Ketegangan antara Iran dan Ukraina kembali mencuat setelah sebuah kapal sipil Iran bernama Anna dihantam pesawat tanpa awak di Laut Kaspia. Insiden tersebut menewaskan seorang pelaut dan melukai sejumlah anggota kru.

Konsul Jenderal Iran di Astrakhan, Rusia, Ahmad Heydarian, mengatakan proses hukum terkait insiden tersebut tengah berjalan. Iran menilai serangan itu sebagai tindakan agresi dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Heydarian mengatakan kepada IRNA bahwa jenazah pelaut Iran yang tewas dalam insiden tersebut sedang dipersiapkan untuk dipulangkan ke Iran. Sementara itu, anggota kru lainnya akan kembali ke negara asal setelah prosedur hukum yang diperlukan diselesaikan.

Korban tewas diketahui bernama Nima Moradi, pelaut berusia 23 tahun. Menurut Heydarian, Moradi meninggal akibat luka yang ditimbulkan pecahan peluru dalam serangan drone tersebut.

Satu Pelaut Tewas, Kru Lainnya Terluka

Heydarian menyebut kapal Anna membawa total 10 anggota kru. Delapan di antaranya merupakan warga negara Iran, sedangkan dua lainnya berkewarganegaraan India.

Pihak Rusia turut membantu menangani situasi darurat setelah serangan terjadi. Beberapa kru yang mengalami luka serius segera dievakuasi ke rumah sakit.

Sementara itu, lima kru lainnya yang mengalami luka ringan dibawa menuju Pelabuhan Olya di wilayah Astrakhan bersama jenazah Moradi dalam proses evakuasi berikutnya.

Kapal Anna dilaporkan sedang membawa muatan lembaran baja gulung ketika dihantam drone pada Sabtu pagi.

Iran Bantah Kapal Membawa Kargo Militer

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa Anna merupakan kapal sipil dan tidak membawa peralatan maupun kargo militer.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin, Jalali menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kriminal. Ia juga membantah informasi yang beredar mengenai dugaan keberadaan muatan militer di kapal tersebut.

Menurut Jalali, Anna berada sekitar lima kilometer dari muara Sungai Volga ketika insiden berlangsung. Kapal tersebut disebut sedang berhenti sementara karena menunggu badai mereda sebelum melanjutkan perjalanan.

Klaim mengenai sifat sipil kapal dan muatannya tersebut merupakan pernyataan dari pihak Iran.

Teheran Sebut Ukraina Bertanggung Jawab

Iran juga menuduh Ukraina berada di balik serangan terhadap kapal tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pihak yang mendukung Ukraina bertanggung jawab atas serangan itu. Ia menyebut tindakan tersebut ilegal dan bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baqaei juga memperingatkan bahwa Iran tidak akan menganggap enteng insiden tersebut.

Pemerintah Iran menilai serangan terhadap kapal sipil di Laut Kaspia sebagai tindakan berbahaya yang berpotensi memperluas ketegangan regional.

Iran Klaim Berhak Membalas

Insiden tersebut juga disebut menjadi salah satu topik utama dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Iran dan Rusia pada Minggu.

Jalali mengatakan Menteri Luar Negeri Iran dalam pembicaraan tersebut menegaskan bahwa Teheran memiliki hak untuk memberikan respons terhadap serangan yang terjadi.

Dengan satu pelaut tewas dan sejumlah kru mengalami luka, Iran kini menyiapkan langkah hukum sekaligus terus menyoroti dugaan keterlibatan Ukraina.

Insiden di Laut Kaspia ini berpotensi menambah ketegangan di tengah konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Terlebih, Teheran telah menyatakan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan berlalu tanpa respons.


Tinggalkan Komentar