Kunjungan Wisatawan Mancanegara Jauh Tertinggal di ASEAN, DPR Soroti Kinerja Kemenpar - Telusur

Kunjungan Wisatawan Mancanegara Jauh Tertinggal di ASEAN, DPR Soroti Kinerja Kemenpar

Raat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Pariwisata. Sumber foto: istimewa

telusur.co.id -  Anggota Komisi VII DPR Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti memberikan catatan kritis terhadap paparan Kementerian Pariwisata terkait kondisi kepariwisataan Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Yoyok dalam rapat kerja (Raker) Komisi VII DPR dengan Menteri Pariwisata untuk membahas RKA-KL dan RKP-KL TA 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Yoyok menyoroti ketimpangan agresivitas investasi pariwisata Indonesia yang dinilai masih sangat jauh tertinggal, bahkan tidak mencapai seperempat dari modal yang ditanamkan oleh Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa kesuksesan pariwisata tidak melulu soal besarnya modal.

"Contohnya Malaysia, modalnya separuh dari Singapura. Namun faktanya, pada tahun 2026 ini Singapura justru menjadi negara nomor satu yang menyumbang kunjungan wisata luar negeri terbanyak ke Malaysia," ujar Yoyok.

"Jadi menurut saya, tidak semua tergantung dari modal, walaupun modal juga faktor utama," tambah Yoyok menegaskan.

Lebih lanjut, Yoyok mengkritik sikap Menteri Pariwisata yang terkesan bangga atas posisi pariwisata Indonesia di peringkat kedua setelah Malaysia.

"Saudara Menteri ini sangat bangga kalau kita nomor 2 setelah Malaysia, cuman ditopang oleh wisman dalam negeri. Itu sama juga kan duitnya rakyat pindah dari saku atas hanya pindah ke saku bawah," sentil Yoyok.

Lebih lanjut, kata Yoyok, fakta pahit lainnya menyebutkan bahwa untuk urusan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman), posisi Indonesia justru berada di peringkat kelima alias paling buncit di antara negara-negara utama ASEAN.

Padahal, lanjut legislator Fraksi NasDen itu, Indonesia memiliki modal destinasi alam kelas dunia yang sudah diakui secara global.

"Faktanya adalah bahwa kunjungan wisman yang ke Indonesia di negara-negara ASEAN saja kita nomor 5 paling buncit itu, padahal kan kita kan tahu bagaimana potensi alam kita ada Labuan Bajo, Raja Ampat, Borobudur, Lombok, Bali yang diakui dunia," pungkasnya.


Tinggalkan Komentar