telusur.co.id - Memasuki usia ke-27, Dompet Dhuafa (DD) kembali meluncurkan Program Tebar Hewan Kurban (THK). Pada periode kali ini, program tersebut menargetkan menebar 30.000 ekor domba atau kambing dan 1.000 ekor sapi dari para pekurban. Target tersebut akan tersebar baik di dalam dan luar negeri.
"Dengan melibatkan 15 kelompok ternak target 30.000 ekor domba atau kambing, 1.000 ekor sapi. Insyaallah kesejahteraan peternak terangkat, dalam proses kegiatan peternakan yang dilakukan THK DD kami pastikan keuntungan terbesar ada di peternak dengan harga yang kompetitif," ujar Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, drg. Imam Rulyawan MARS.
Sebaran distribusi tetap mencakup seluruh wilayah di tanah air yang telah teridentifikasi sebagai kawasan mustahik, yang membutuhkan daging kurban.
Sekitar 60-70 persen hewan kurban akan didistribusi di Pulau Jawa, yang memang menjadi kawasan padat penduduk di Indonesia. Kemudian 20-30 persen lainnya didistribusikan di pulau-pulau lainnya, di luar Pulau Jawa.
Tak lupa pula, sebagian sebaran hewan kurban juga akan menjangkau negara-negara lain, seperti kawasan Afrika dan Palestina. Langkah tersebut sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas kesulitan yang dihadapi sesama muslim di negara lain.
“Insyaallah dengan digital dapat dilakukan dari rumah dan dimana saja, calon pekurban maupun donatur yang juga ingin mensedekahkan serta berbagi dalam berkurban sekaligus mensejahterakan peternak hingga meratakan daging baik domba maupun sapi kepada masyarakat yang khususnya terdampak Corona," ujar
Kata dia, THK DD memiliki dua dampak yang ditargetkan, dampak pertama kesejahteraan perternak, beberapa sebelum hari H, THK DD hadir dengan melibatkan para mitra, donatur maupun sosial investor untuk memberikan modal kepada peternak langsung dalam rangka memotong mata rantai proses kurban.
Dampak yang kedua yaitu memudahkan para pekurban dengan harga yang terjangkau, terutama untuk kambing jantan dengan bobot 23 Kg, bisa dijangkau dengan lebih mudah dan harga yang kompetitif.
Dompet Dhuafa juga terus memberikan kemudahan bagi para donatur atau pekurban, untuk melakukan transaksi melalui berbagai kanal. Pembelian langsung melalui konter-konter THK di berbagai pusat pertokoan, masih tetap diadakan dan disesuaikan dengan protokol kesehatan yang terstandarisasi sesuai anjuran pemerintah.
Selain itu, kanal-kanal penjualan online melalui berbagai market place seperti bukalapak, tokopedia, shopee, Tani Hub dan lainnya, Dompet Dhuafa buka seluas-luasnya. Bahkan tahun ini, sudah dirilis pembayaran kurban melalui aplikasi WhatsApp Pay berbasis Virtual Account. Inovasi tersebut sebagai wujud kemudahan dan akses yang terjangkau bagi donatur atau pekurban.
"Berbagai inovasi teknologi selalu kami lakukan dari tahun ke tahun, hal ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan nilai transaksi kurban yang tentunya akan berdampak bagi kemakmuran para peternak. Dengan margin yang bisa dihasilkan cukup bagus dan bisa dinikmati oleh mereka. Dompet Dhuafa mengupayakan semua strategi bagi peningkatan kualitas peternakan mandiri."
Zainal Abidin Sidik, Ketua THK Dompet Dhuafa mengatakan program THK juga bergulir melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan telah melewati tahapan seleksi dan pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa. Mengingat program tersebut merupakan perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian peternak lokal binaan yang dulunya terbatas akan modal dan sasaran pasarnya.
Selain itu, di tengah pandemi Covid-19 program THK juga bergulir dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pelaksanaan rapid tes bagi peternak juga dipilih untuk menjamin kelancaran program tersebut, sehingga bisa menjamin kualitas daging, sekaligus merupakan mitigasi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Hewan-hewan kurban Dompet Dhuafa yang berada di 15 titik sentra ternak di Indonesia, akan diperiksa secara ketat, melalui tim Quality Control. Karena Dompet Dhuafa memastikan bobot hewan-hewan kurban dari para peternak mitra sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
"Untuk kambing jantan standar adalah 23-28 Kg, sementara untuk kambing jantan medium 29-34 Kg dan kambing jantan premiun dengan bobot lebih 35 Kg. Kemudian untuk sapi, bobotnya adalah 250-300 Kg. Langkah tersebut guna memastikan kualitas hewan kurban yang akan disembelih sesuai dengan kriteria, yaitu hewan kurban sehat, tidak cacat dan bobot sesuai ketentuan,” tutup Zainal. [ham]



