telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Rizky, menekankan pentingnya penerapan standar dan kualitas dalam setiap pembangunan infrastruktur desa agar hasilnya tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat, 11 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, M. Rizky menyoroti bahwa masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan pembangunan, terutama terkait kejelasan standar kerja serta indikator kinerja yang belum sepenuhnya optimal.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan pembangunan tidak maksimal, bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan tidak boleh sekadar selesai secara fisik, tetapi harus memenuhi standar kualitas dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar M. Rizky.
Ia menegaskan bahwa pengawasan harus mampu memastikan setiap proyek berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi teknis maupun kualitas pekerjaan.
Selain itu, M. Rizky juga mendorong adanya sistem monitoring yang lebih terintegrasi agar setiap tahapan pembangunan dapat terpantau secara menyeluruh.
Menurutnya, pengawasan yang kuat akan mencegah terjadinya pekerjaan yang tidak sesuai standar serta memastikan penggunaan anggaran lebih efektif.
“Standar dan kualitas harus menjadi prioritas. Jangan sampai pembangunan dilakukan tanpa ukuran yang jelas, karena itu akan berdampak pada kualitas hasil di lapangan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pembangunan infrastruktur desa dapat berjalan lebih terukur, berkualitas, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (VC)



