Pelindo dan Pemprov Jatim Kirim 64,4 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT - Telusur

Pelindo dan Pemprov Jatim Kirim 64,4 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur memfasilitasi pengiriman bantuan dari Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Kamis (20/8/2026).

telusur.co.id -Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi pengiriman bantuan dari Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Kamis (20/8/2026).

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Bantuan yang diberangkatkan merupakan bentuk kepedulian dan dukungan kemanusiaan berbagai pihak di Jawa Timur bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi kondisi pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa memastikan dukungan terhadap kelancaran operasional di area pelabuhan sehingga proses penyaluran bantuan dapat berjalan dengan baik dan aman.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, Pelindo, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa Pelindo berkomitmen mendukung setiap upaya kemanusiaan, khususnya dalam memastikan konektivitas melalui jalur laut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kondisi tanggap bencana.

“Pelindo pada prinsipnya siap mendukung upaya kemanusiaan untuk membantu dan meringankan beban saudara - saudara kita di NTT pasca bencana gempa bumi yang terjadi. Pelabuhan bukan hanya menjadi simpul konektivitas logistik dan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran distribusi bantuan ketika terjadi bencana. Kami memastikan proses di sisi kepelabuhanan dapat berjalan sebaik mungkin sehingga bantuan dari Jawa Timur dapat segera diberangkatkan dan diterima oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujar Purwanto.

Menurut Purwanto, penyaluran bantuan melalui jalur laut membutuhkan sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah, operator terminal, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses logistik. Dengan kolaborasi tersebut, bantuan yang dihimpun dari berbagai pihak dapat didistribusikan secara lebih efektif.

Branch Manager Kalimas dan GSN Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, menjelaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan teknis terhadap proses penanganan bantuan di area terminal.

Dukungan tersebut mencakup koordinasi operasional dan penyediaan fasilitas di Terminal Penumpang GSN agar kegiatan pemindahan dan penanganan logistik dapat berlangsung secara tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan operasional pelabuhan.

“Kami melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses penanganan bantuan berjalan lancar, mulai dari penerimaan hingga proses pemindahan dan persiapan pengiriman. Karena ini merupakan bantuan kemanusiaan, kami juga berupaya memastikan proses operasional dapat dilakukan secara efektif tanpa mengurangi aspek keselamatan dan keamanan di area terminal,” jelas Ana.

Ana menambahkan, kelancaran proses pengiriman bantuan tidak terlepas dari koordinasi antara Pelindo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, kesiapan operasional dan koordinasi menjadi faktor penting agar bantuan yang telah dikumpulkan dapat segera diberangkatkan menuju wilayah tujuan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pengiriman bantuan merupakan bentuk kepedulian dan kegotongroyongan masyarakat Jawa Timur kepada warga NTT yang terdampak bencana.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, memosisikan diri sebagai supporting team dan supporting system untuk membantu memperkuat penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.

“Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” ujar Khofifah saat meninjau pemberangkatan bantuan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (20/8/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui jalur laut. Sebelumnya, pada 16 Agustus 2026, telah diberangkatkan tujuh personel evakuasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Kemudian, pada 17 Agustus 2026, sebanyak 8,4 ton logistik tahap awal dikirimkan menuju Ende, disusul pemberangkatan enam dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan di lapangan.

Selanjutnya, bantuan logistik lanjutan sebanyak 64,4 ton dipersiapkan untuk dikirim melalui jalur laut menuju Labuan Bajo. Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong dari 64 lembaga dan instansi, mulai dari badan usaha milik daerah (BUMD), program tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility/CSR), organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga RSUD/BLUD.

Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan masyarakat terdampak, antara lain makanan siap saji, bahan pangan, pakaian, perlengkapan mandi, serta kebutuhan khusus bagi anak-anak dan perempuan.

Selain bantuan logistik, dukungan juga diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.

Melalui dukungan tersebut, Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.

Peran pelabuhan sebagai simpul logistik diharapkan dapat terus memberikan manfaat, terutama dalam mempercepat mobilisasi bantuan menuju wilayah yang membutuhkan.

“Kami berharap dukungan yang diberikan dari sisi kepelabuhanan ini dapat ikut mempercepat proses distribusi bantuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat NTT. Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian bersama, dan Pelindo akan terus mendukung kelancaran konektivitas logistik untuk kepentingan kemanusiaan,” tutup Purwanto.


Tinggalkan Komentar