telusur.co.id -Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, turut menghadiri acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 tingkat Kota Bogor yang digelar di Balai Kota Bogor pada Minggu (1/2).
Dalam momentum bersejarah tersebut, Ahmad Aswandi mendorong Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor agar senantiasa menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, bukan hanya sekadar kegiatan seremonial.
Pria yang akrab disapa Kiwong ini menekankan eksistensi sebuah organisasi besar seperti NU harus diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh warga, khususnya kaum Nahdliyin di Kota Hujan.
Menurutnya, setelah euforia peringatan satu abad ini usai, para pengurus wajib memiliki tanggung jawab besar untuk mengimplementasikan program kerja yang benar-benar menyentuh akar rumput.
"PR penting setelah rangkaian Harlah ini adalah bagaimana keberadaan NU bisa dirasakan langsung oleh warga Kota Bogor. Pengurus harus merancang program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat," ujar Kiwong ketika ditemui di sela-sela acara..
Selain penguatan peran sosial anggota, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyoroti dua poin krusial yang harus menjadi fokus PCNU ke depan. Pertama adalah penguatan ideologi, yaitu PCNU diharapkan tetap konsisten dalam menyebarluaskan ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah. Langkah ini dinilai penting sebagai benteng ideologi di tengah keberagaman dinamika masyarakat Kota Bogor.
Poin kedua yang menjadi sorotan utama adalah bidang mitigasi bencana. Ahmad Aswandi mengapresiasi tinggi khususnya atas langkah PCNU yang mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kota Bogor. Kehadiran satgas ini dianggap sangat relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan Kota Bogor dalam menghadapi potensi kebencanaan.
Menutup arahannya, Kiwong berpesan agar para personel Satgas LPBI NU yang baru dikukuhkan terus mengasah kapasitas teknis dan memperluas jaringan kerelawanan mereka. Ia berharap kehadiran satgas ini mampu mempercepat respons kemanusiaan saat terjadi situasi darurat di wilayah tersebut.
"Bagi satgas yang bertugas, teruslah asah kemampuan dan pengetahuan tentang kebencanaan. Selain itu, lakukan rekrutmen personel sosial sebanyak-banyaknya agar dampak manfaatnya semakin luas," ungkapnya.



