Persebaya Academy Gelar Football Festival 2026, Tekankan Pembinaan Karakter Usia Dini - Telusur

Persebaya Academy Gelar Football Festival 2026, Tekankan Pembinaan Karakter Usia Dini

Persebaya Academy Football Festival di B-Arena pada Sabtu (18/5/2026). Foto: dok. DBL.

telusur.co.id -Persebaya Surabaya terus memperkuat fondasi pembinaan sepak bola usia dini melalui program inovatif bertajuk Persebaya Academy Football Festival. Perhelatan ini digelar di B-Arena pada Sabtu (18/5/2026) sebagai ruang unjuk kemampuan bagi para siswa akademi.

Berbeda dengan turnamen pada umumnya, ajang ini mengusung pendekatan healthy competition. Atmosfer pertandingan dirancang agar aman, nyaman, dan menyenangkan, menyesuaikan dengan tahap perkembangan psikologis anak.

Senior Manager Sports Academy DBL Indonesia yang membawahi Persebaya Academy, Intan Permatasari, menegaskan bahwa pengalaman bermain tanpa tekanan menjadi prioritas utama dalam festival ini.

“Fokus utama bukan pada hasil akhir, tapi proses pembelajaran, keberanian tampil, serta penguatan karakter pemain muda,” ujar Intan dalam keterangannya.

Salah satu keunikan dari Football Festival ini adalah penerapan penilaian berbasis Champions Character. Setiap laga dipantau langsung oleh pelatih yang mencatat aspek sportivitas, kerja sama tim, hingga daya juang di lapangan.

Bahkan, penyelenggara menerapkan sistem green card (kartu hijau) sebagai simbol penghargaan bagi pemain yang menunjukkan perilaku positif dan suportif selama bertanding. Kendati demikian, apresiasi terhadap performa teknis tetap diberikan melalui kategori penghargaan seperti Most Valuable Player (MVP), top scorer, best passer, hingga most defensive player.

Penyelenggaraan festival ini dibagi menjadi lima kategori usia dengan pendekatan teknis yang berbeda:

  1. Stage Mini (6-8 tahun): Format 3v3 atau 4v4 tanpa kiper dan tanpa papan skor.

  2. Youngster (9-10 tahun) & Junior (11-12 tahun): Mulai pengenalan posisi dan pengambilan keputusan tanpa menonjolkan skor akhir.

  3. Prospect (13-14 tahun) & Future (15-18 tahun): Atmosfer kompetitif sesuai regulasi FIFA.

Meski dikemas dengan konsep yang lebih santai, Persebaya Academy tetap serius dalam memantau perkembangan individu. Mereka menggandeng Tim Sport Performance Analyst dari prodi D4 Analisa Performa Olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Kerja sama ini bertujuan untuk melakukan pencatatan dan pengolahan data statistik para pemain secara profesional,” tambah Intan.

Festival ini dilaksanakan dalam format empat leg setiap semester dengan sistem home-away yang digelar pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Komposisi tim dibentuk melalui sistem drawing untuk memastikan pemerataan kualitas dan memberikan kesempatan bermain yang adil bagi seluruh siswa.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian serius. Pada kelompok usia tertentu, terdapat regulasi ketat seperti larangan melakukan tackling keras atau slide tackle.

Melalui program ini, Persebaya Academy berupaya membuktikan bahwa pembinaan usia dini adalah investasi jangka panjang yang menitikberatkan pada pembangunan karakter.

“Lewat Football Festival ini, Persebaya Academy mencoba membuktikan bahwa pembinaan usia dini tidak harus selalu tentang menang atau kalah. Namun lebih penting dari itu, tentang bagaimana membangun karakter dan pengalaman bermain yang akan menjadi bekal di masa depan,” tutup Intan.


Tinggalkan Komentar