Selama Jabat Presiden Amerika, Hotel Trump 'Buntung' Rp995 Miliar - Telusur

Selama Jabat Presiden Amerika, Hotel Trump 'Buntung' Rp995 Miliar

Hotel milik Donald Trump. Foto: Yahoo.com

telusur.co.id –  Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump "sangat melebih-lebihkan" profitabilitas hotelnya di Washington DC. 

Trump sebelumnya mengklaim telah menghasilkan setidaknya US$ 150 juta (Rp 2,13 triliun) selama waktu itu. Dia tampaknya menyembunyikan "potensi konflik kepentingan"

Dilaporkan BBC, menurut penyelidikan komite kongres, Trump International Hotel merugi lebih dari US$ 70 juta (Rp 995 miliar) selama masa jabatannya.

Dalam satu pernyataan, Komite Pengawasan dan Reformasi DPR Amerika mengatakan bahwa dokumen yang disediakan oleh Administrasi Layanan Umum (GSA) - yang mengawasi pengeluaran federal - menunjukkan bahwa Trump telah "sangat melebih-lebihkan kesehatan keuangan" hotel miliknya.

"Catatan yang diperoleh komite, menunjukkan bahwa Hotel milik Trump benar-benar mengalami kerugian lebih dari $70 juta (Rp 995 miliar)," kata Komite itu.

Akibat kerugian tersebut, memaksa perusahaan induk Trump menyuntikkan dana lebih dari US$ 24 juta (Rp 341 miliar) untuk membantu hotel yang kesulitan, yang terletak hanya beberapa blok dari Gedung Putih.

Komite mengatakan bahwa pada tahun 2018, Trump menerima perlakuan istimewa dari Deutsche Bank, yang memungkinkannya agar menunda pembayaran pinjaman $ 170 juta.

Hubungan antara Trump dengan para tokoh-tokoh dilingkarannya dan Deutsche Bank, telah diselidiki selama investigasi terkait campur tangan Rusia pada terpilihnya Trump sebagai presiden AS beberapa tahun lalu.

Komite mengatakan, bank mengizinkan Trump untuk menunda pembayaran selama enam tahun. Trump disebut gagal dalam mengungkapkan rincian terkait bantuan asing sebesar $ 3,7 juta. Hal ini berpotensi melanggar klausul emolumen konstitusi AS, yang berisi menghentikan pejabat federal untuk mengambil keuntungan dari posisi mereka.[Tp]

Laporan: Muhammad Syahrul Ramadhan


Tinggalkan Komentar