telusur.co.id - Umat Islam di Indonesia diimbau berhati-hati dalam memilih perusahaan syariah. Sebab, ada kejanggalan sebuah perusahaan investasi yang menjual nama "Syariah dan Amerika Serikat".
Imbauan disampaikan Ustadz asal Indonesia yang lama bermukim di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, lantaran ada temannya yang sedang mencari tahu nama perusahaan syariah yang menjual produk di Indonesia.
Imam besar Indonesia di masjid New York, itu pun mengajak masyarakat untuk melakukan investigasi, khususnya perwakilan Indonesia di Amerika, agar tidak ada yang kemudian tertipu.
"Harus berhati-hati dan diverifikasi sebelum melakukan kerjasama dengan siapapun," kata Imam Shamsi Ali dalam pesan messenger WhatsApp, Kamis (12/12/2019).
Perusahaan yang dimaksud adalah Syariah Indonesia LLC dari perusahaan Sinergi Stern Investindo (SSI) yang berbasis di New York dengan CEO-nya Hartadinata Harianto.
"Apa yang disebutkan kalau anak ini sudah banyak membangun hotel, dan lain-lain adalah kebohongan. Alamat kantornya saja tidak ada. Mohon waspada teman-teman di Indonesia. Jangan sampai banyak yang jadi korban kebohongan dia," kata Imam Shamsi Ali.
"Jangan Nama besar Amerika mudah dipakai untuk membohongi masyarakat, termasuk pengusaha kita (Indonesia)."
(Baca: Imam Shamsi Ali Imbau Umat Hati-hati Pilih Perusahaan Syariah)
Sementara itu, pihak perusahan Sinergi Stern Investindo saat dikonfirmasi redaksi telusur.co.id, membantah adanya soal investasi tersebut.
"Soal Syariah Indonesia kita nggak ada hubungan sama sekali. Itu tidak benar. Tidak ada investasi apapun di SSI, kita benar-benar berjalan sendiri," kata Sekertaris Korporasi Lia.
Dijelaskan Lia, SSI memang pernah hendak menjalin kerjasama dengan Stern Resources (SR). Namun, sampai saat ini hal tersebut belum terlaksana. "Mereka (SR) mau naruh investasi, namun belum terlaksana. Kita sudah jalan namun mereka belum inves ke kita. Kita berdiri dengan bendera sendiri. Kita juga bukan anak perusahaan SR," kata Lia.
Dirinya juga secara tegas membantah jika Hartadinata Harianto adalah CEO dari SSI. [ipk]



