telusur.co.id -Universitas Airlangga (UNAIR) dipercaya menjadi tuan rumah Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH) yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 5-7 Februari 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Airlangga Convention Center, Kampus MERR-C UNAIR, dan dihadiri para ketua serta anggota senat akademik dari berbagai PTN-BH di Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneur dan Pengembangan Bisnis (EEPB) UNAIR, Prof. Dr. Koko Srimulyo, Drs., M.Si., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada UNAIR sebagai tuan rumah forum strategis tersebut. Menurutnya, sidang paripurna ini dihadiri para pemikir utama yang berperan sebagai penjaga mutu akademik perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami bangga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah terselenggaranya Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTN-BH. Yang datang di sini adalah para pemikir dan ‘penjaga gawang’ kualitas akademik perguruan tinggi,” ujar Prof. Koko di hadapan para peserta sidang.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarsenat akademik dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompleks, khususnya di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Prof. Koko optimistis bahwa melalui forum ini, para senat akademik mampu merumuskan solusi dan rekomendasi strategis bagi kemajuan pendidikan nasional.
“Kami berharap sidang paripurna Majelis Senat Akademik PTN-BH ini berjalan dengan lancar dan dapat memberikan keberkahan serta kebermanfaatan bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MSA PTN-BH, Prof. Dr. Syafrizal Sy, turut menyampaikan apresiasi kepada Universitas Airlangga atas penyelenggaraan dan fasilitas yang diberikan. Ia berharap suasana yang nyaman selama kegiatan dapat menjadi energi positif bagi para peserta dalam menyumbangkan gagasan dan pemikiran terbaik pada jalannya sidang.
Ia menegaskan peran strategis MSA PTN-BH sebagai motor penggerak transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, PTN-BH memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi lokomotif dan pemimpin perubahan bagi perguruan tinggi lainnya di Tanah Air.
“PTN-BH harus menjadi leader bagi perguruan tinggi di Indonesia. Kami berharap besok muncul pemikiran-pemikiran brilian untuk Indonesia, sesuai dengan harapan pemerintah,” tegas Syafrizal.
Sidang Paripurna MSA PTN-BH ini diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran perguruan tinggi negeri berbadan hukum dalam menjawab tantangan global serta mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.



