PBNU Umumkan Pengurus Periode 2026-2031, Gus Gudfan Gantikan Gus Ipul

by Rikky Affandi Daulay |
PBNU Umumkan Pengurus Periode 2026-2031, Gus Gudfan Gantikan Gus Ipul
Logo NU/Ist

JAKARTA, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan susunan kepengurusan masa khidmat 2026-2031. Sebanyak 210 orang masuk dalam struktur baru PBNU, bertambah 21 orang dibandingkan kepengurusan sebelumnya.

Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan, penambahan jumlah pengurus dilakukan untuk memperluas keterwakilan berbagai unsur dan generasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Yang sekarang total semuanya 210 orang. Mengalami kenaikan sebesar 21 orang,” kata Gus Kikin saat mengumumkan susunan kepengurusan PBNU di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Menurut Gus Kikin, komposisi kepengurusan disusun dengan mempertimbangkan pemerataan, baik dari sisi generasi maupun representasi badan otonom dan lembaga di lingkungan NU.

“Ini dimaksudkan kita ingin ada pemerataan. Pemerataan dari semua jajaran, dari generasi-generasi yang awal sampai akhir,” ujarnya.

Ia menyebut unsur dari organisasi seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), hingga Gerakan Pemuda Ansor turut diperhatikan dalam penyusunan struktur tersebut.

“Dari seluruh jajaran lembaga-lembaga yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama, itu ada IPNU, IPPNU, maupun Ansor, itu kita seimbangkan,” kata Gus Kikin.

Dalam struktur baru tersebut, Gudfan Arif atau Gus Gudfan ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PBNU. Sementara posisi Bendahara Umum dipercayakan kepada Ainun Naim.

Sejumlah tokoh nasional juga masuk dalam jajaran Mustasyar PBNU periode 2026-2031. Mereka antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, Ma'ruf Amin, Jusuf Kalla, Said Aqil Siroj, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Mahfud MD, hingga Masykuri Abdillah.

PBNU mencatat sedikitnya 33 nama berada di jajaran Mustasyar.

Sementara itu, jajaran A'wan diisi 34 nama. Beberapa di antaranya adalah Khofifah Indar Parawansa, Nusron Wahid, Masduki Baidlowi, Herman Deru, Agustiar Sabran, Robikin Emhas, serta sejumlah kiai dan akademisi dari berbagai daerah.

Gus Kikin menegaskan, penyusunan struktur kepengurusan kali ini diarahkan agar berbagai kelompok dan unsur di tubuh NU mendapatkan ruang yang proporsional.

Dengan komposisi tersebut, PBNU memasuki periode kepengurusan 2026-2031 dengan struktur organisasi yang lebih besar sekaligus beragam dari sisi generasi dan latar belakang pengurus.

Komentar

Berita Terkait