Oleh : Neli Nailufar-Koordinator Talibuana Women Care
Negara tentu berhak dan perlu memperluas tax base untuk meningkatkan penerimaan negara. Namun, dalam setiap kebijakan fiskal, ada satu hal yang tidak boleh ditinggalkan: akal sehat dan keberpihakan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Perempuan datang bulan bukan karena pilihan. Menstruasi adalah proses biologis dan kebutuhan akan pembalut bukanlah gaya hidup, apalagi barang mewah. Ketika kebutuhan dasar perempuan justru dibebani pajak, publik berhak bertanya: sampai sejauh mana negara ingin mengejar tax revenue?.
Negara boleh rajin memperluas tax base. Tetapi sesekali, perlu juga memperluas akal sehat.
Jangan sampai perempuan harus menanggung biaya tambahan hanya karena tubuhnya bekerja sebagaimana mestinya. Menstruasi adalah urusan alam. Jangan sampai negara ikut “datang bulan” setiap bulan hanya karena terlalu bersemangat mengejar penerimaan pajak.
Kebijakan pajak seharusnya tidak hanya berbicara tentang angka dan target penerimaan. Ia juga harus berbicara tentang keadilan, empati, dan keberpihakan kepada warga negara—terutama ketika yang dipertaruhkan adalah kebutuhan dasar yang tidak dapat dihindari.
Menjadi perempuan sudah cukup mahal. Jangan lagi kebutuhan paling mendasarnya dijadikan ruang tambahan untuk mengejar pendapatan negara.
Sebab negara yang kuat bukan hanya negara yang pandai memungut pajak, tetapi negara yang cukup bijak untuk mengetahui apa yang seharusnya tidak dibebani.