Hadir di Haul Ponpes Bumi Sholawat, Gubernur Khofifah Puji Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Umat - Telusur

Hadir di Haul Ponpes Bumi Sholawat, Gubernur Khofifah Puji Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Umat

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri peringatan Haul dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat di Kabupaten Sidoarjo pada Senin (9/2) malam. Foto: Humas Pemprov Jatim.

telusur.co.id -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri peringatan Haul dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat di Kabupaten Sidoarjo pada Senin (9/2) malam. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah yang memadati area pesantren.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Progresif Bumi Sholawat dalam mengembangkan pendidikan berkualitas internasional. Ia menilai pesantren tersebut berhasil memadukan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin dengan peran aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Khofifah, pesantren masa kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pengabdian sosial-ekonomi serta pembentukan karakter umat.

"Haul dan harlah ini bukan sekadar momentum mengenang para masyayikh dan pendiri pesantren, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, serta komitmen dalam membangun peradaban yang berakhlakul karimah," ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara penguatan spiritual, kecerdasan intelektual, dan kesalehan sosial. Visi ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan Jawa Timur yang menempatkan religiusitas dan kebudayaan sebagai fondasi sumber daya manusia yang unggul.

"Pesantren seperti Bumi Sholawat ini menjadi penjalin sinergi antara ilmu, akhlak, dan pengabdian. Inilah kekuatan pesantren yang harus terus kita rawat bersama," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran santri dan alumni dalam menjawab tantangan era digital dan globalisasi tanpa mencabut akar jati diri keislaman serta keindonesiaan. Khofifah berharap Ponpes Progresif Bumi Sholawat semakin kokoh sebagai pusat pendidikan yang mencerahkan dan gerakan sosial yang bermanfaat luas.

"Semoga para masyayikh yang telah dipanggil ke haribaan Allah SWT mendapatkan tempat terbaik dan mulia di sisi-Nya. Semoga pondok pesantren ini terus istikamah melahirkan generasi yang alim, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara," pungkasnya.

Peringatan tersebut juga menghadirkan ulama internasional, Syekh Yusri Al-Hasani dari Mesir, yang memberikan tausiah mengenai pentingnya mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an kepada masyarakat.

Selain itu, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya turut memberikan mauidzah hasanah di hadapan para jemaah. Dalam nasihatnya, Habib Luthfi menekankan bahwa haul pada hakikatnya adalah momentum untuk meneguhkan ketaatan kepada orang tua, baik melalui penghormatan semasa hidup maupun doa setelah mereka wafat.

Habib Luthfi juga menitipkan pesan khusus bagi para santri yang sedang menuntut ilmu. "Jika seorang santri ingin menjadi ulama besar, kuncinya hanya ada dua, yakni taat kepada kedua orang tua dan taat kepada para guru. Dua bentuk ketaatan tersebut menjadi pintu utama keberkahan ilmu," tuturnya.


Tinggalkan Komentar