PENS Hackathon 2026, Tim PENS Borong Juara di Kompetisi Inovasi Lintas Kampus

by Arianto Deni |
PENS Hackathon 2026, Tim PENS Borong Juara di Kompetisi Inovasi Lintas Kampus
Kompetisi PENS Hackathon 2026 bertema Build Technology that Matters pada 9–10 Oktober 2026 di Hotel Platinum Surabaya. Foto: Istimewa.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia beradu gagasan dan kemampuan teknologi dalam PENS Hackathon 2026 bertema Build Technology that Matters. Kompetisi yang berlangsung pada 9–10 Oktober 2026 di Hotel Platinum Surabaya tersebut menjadi ajang bagi talenta muda untuk mengembangkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Dari 90 peserta yang mendaftar, sebanyak 30 tim terpilih sebagai finalis untuk mengikuti tahapan akhir kompetisi. Para peserta bersaing dalam tiga kategori, yakni Digital Campus Worker, Production Survivability in Entertainment Industry, serta Context Graphs in Customer Success and Sales, dengan dukungan mitra industri CBN, OZU, dan EndGame.

PENS Hackathon 2026 tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam membangun solusi secara teknis. Para finalis juga ditantang memahami persoalan yang dihadapi, mengembangkan gagasan dalam waktu terbatas, serta menghasilkan inovasi yang memiliki relevansi dan potensi dampak nyata.

Persaingan tersebut menghasilkan sejumlah pemenang dari berbagai perguruan tinggi. Tim dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih juara pertama pada dua kategori, sekaligus memperoleh penghargaan tambahan di kategori lainnya.

Tim PENS Menang di Dua Kategori

Pada kategori Digital Campus Worker, juara pertama diraih tim KATA RIFQI “YANG IKO INSYAALLAH TEMBUS” dari Politeknik Negeri Padang. Posisi juara kedua ditempati tim YANG SEBELUMNYA dari Petra Christian University, sedangkan penghargaan Most Impactful Solution diberikan kepada tim PERKEDEL dari Universitas Dian Nuswantoro.

Sementara itu, pada kategori Production Survivability in Entertainment Industry, tim THE INOVATOR dari PENS keluar sebagai juara pertama. Tim tersebut terdiri atas Muhammad Burhanudin Abdullah, Nur Hidayati Ilmi, dan Mohammad Izzul Haq El Falih dari Program Studi Bisnis Digital, dengan bimbingan Ahmad Ramadhani, S.Pd., M.T.

Juara kedua kategori ini diraih KALAKHAN SUPERTEAM, yang merupakan kolaborasi mahasiswa Universitas Dinamika Bangsa Jambi dan PENS. Adapun penghargaan Most Impactful Solution diberikan kepada tim SAYAKAN LAWAN dari PENS.

Muhammad Burhanudin Abdullah, salah satu anggota THE INOVATOR, mengatakan pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi timnya untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus menguji gagasan dalam menghadapi tantangan industri.

“Meraih juara pertama di Hackathon PENS 2026 menjadi pengalaman yang berharga bagi tim kami. Kompetisi ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan teknis, bekerja sama dalam tim, dan menguji gagasan menjadi solusi yang relevan dengan tantangan industri. Kami berharap hasil yang telah dikembangkan dapat terus disempurnakan dan memberikan manfaat lebih luas,” ujar Muhammad Burhanudin Abdullah.

Pada kategori Context Graphs in Customer Success and Sales, juara pertama diraih tim PEMULA dari PENS. Tim ini terdiri atas Muhamad Reza Muktasib dan Adam Rasyid Nurmuhammad dari Program Studi Teknologi Informasi, serta Karryna Nayyataka Herfiana Putri dari Program Studi Bisnis Digital, dengan Rengga Asmara sebagai pembimbing.

Juara kedua kategori tersebut diraih tim BOUGENVILLE BAROKAH dari Telkom University. Sementara itu, penghargaan Most Impactful Solution diberikan kepada tim UDA NEMU NAMA TIMNYA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Penghargaan Khusus untuk Kreativitas dan Kolaborasi

Selain penghargaan utama di setiap kategori, PENS Hackathon 2026 juga memberikan apresiasi khusus atas sejumlah aspek dalam pengembangan solusi dan kerja tim.

Penghargaan Best UI/UX Design diraih tim POSITIF DAN PROFESIONAL dari Politeknik Negeri Jember. Sementara itu, penghargaan Best Teamwork diberikan kepada tim NAMA TIMNYA APA YA dari PENS.

Adapun penghargaan Early Bird Submission kembali diraih KATA RIFQI “YANG IKO INSYAALLAH TEMBUS” dari Politeknik Negeri Padang.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PENS, Ir. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T., IPM., mengatakan pengalaman mengikuti hackathon diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi produk atau solusi yang bermanfaat.

“Kami berharap Hackathon PENS 2026 tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi produk, layanan, dan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Prestasi yang diraih mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun kompetensi, kreativitas, kolaborasi, dan keberanian berinovasi,” ujarnya.

Ketua PENS Hackathon 2026, Widi Sarinastiti, S.T., M.T., menilai keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu aspek penting dalam kompetisi tersebut. Peserta dari berbagai kota dan perguruan tinggi bertemu untuk menyelesaikan tantangan teknologi yang sama sehingga membuka ruang pertukaran gagasan dan kolaborasi lintas disiplin.

“Hackathon ini mempertemukan peserta dari berbagai kota, perguruan tinggi, dan latar belakang dengan satu tantangan yang sama, yaitu membangun teknologi yang bermakna. Kami berharap peserta berani bereksperimen, berkolaborasi, dan tidak takut gagal karena proses tersebut merupakan bagian penting dalam menghasilkan solusi yang dapat memberikan nilai nyata,” kata Widi.

PENS Hackathon 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan dalam menerjemahkan persoalan menjadi solusi berbasis teknologi. Keterlibatan berbagai perguruan tinggi dan mitra industri menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas, kolaborasi, pemahaman terhadap kebutuhan pengguna, serta keberanian menciptakan solusi yang relevan.

Melalui kompetisi ini, PENS berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan hasil karyanya setelah ajang berakhir sehingga gagasan yang dihasilkan berpeluang menjadi produk, layanan, atau inovasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan industri.

Komentar

Berita Terkait