Mayoritas Muktamirin Sepakati Perubahan Mekanisme Pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU - Telusur

Mayoritas Muktamirin Sepakati Perubahan Mekanisme Pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU

Hasil Voting Mekanisme Pemilihan Ketua Umum PBNU Muktamar NU ke-35.

telusur.co.idPeserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyepakati penetapan pemilihan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dilakukan melalui mekanisme voting. Keputusan tersebut diambil setelah pembahasan mengenai metode pemilihan tidak menemukan titik temu dalam Komite Organisasi.

Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan terdapat dua opsi yang sebelumnya dibahas oleh para muktamirin. Pertama, mempertahankan mekanisme pemilihan lama dengan menggunakan metode one man one vote, yakni peserta muktamar memilih langsung Ketua Umum Tanfidziyah. Sedangkan opsi kedua, sebagian muktamirin menawarkan perubahan mekanisme pemilihan ketua umum menjadi melalui Ahwa (Ahlul Halli wal Aqdi) yang kemudian mempertimbangkan persetujuan Rais Aam.

"Kita sudah berusaha untuk mencari titik temu, dan akhirnya titik temunya ketemu dengan cara voting," ujar Nuh saat diwawancarai usai menggelar sidang pleno 3 yang berlangsung di Gedung Serba Guna pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Minggu (30/8/2026).

Hasil voting menunjukkan mayoritas peserta menghendaki perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah. Sebanyak 401 suara menyetujui perubahan mekanisme, sementara 150 suara memilih mempertahankan mekanisme yang berlaku sebelumnya. Adapun satu suara dinyatakan tidak sah.

"Itu hasilnya," terang Nuh.

Dengan keputusan tersebut, pembahasan Muktamar ke-35 NU akan dilanjutkan pada tahap teknis mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah. Menurut Nuh, tahapan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada Minggu pagi.

Lebih lanjut, Nuh menjelaskan, proses selanjutnya akan diawali dengan tabulasi Ahwa. Setelah itu, Ahwa akan lanjut melakukan persidangan atau bermusyawarah untuk menetapkan siapa yang akan menjadi Rais Aam yang kemudian akan memilih calon ketua umum yang telah diusulkan oleh para muktamirin.

"Oleh karena itu Rois Aamnya harus ditentukan terlebih dulu," kata Nuh.

Nuh berharap seluruh rangkaian agenda yang tersisa dapat diselesaikan pada Minggu.

"Mudah-mudahan Minggu besok semuanya sudah bisa kita selesaikan," pungkasnya.


Tinggalkan Komentar