telusur.co.id - Antonio Jose Seguro dari Partai Sosialis sayap kiri-tengah Portugal diproyeksikan sebagai peraih suara terbanyak dalam putaran pertama pemilihan presiden, meski kemungkinan besar ia akan menghadapi kandidat sayap kanan jauh Andre Ventura di putaran kedua.
Berdasarkan dua jajak pendapat yang dilakukan televisi lokal setelah pemungutan suara pada hari Minggu, Seguro memimpin dengan perolehan suara sedikit di atas 30 persen, sementara Ventura memperoleh 25,6 persen suara, melebihi perkiraan atas dari jajak pendapat sebelumnya. Hasil ini menempatkan Luis Marques Mendes dari Partai Sosial Demokratik tengah-kanan di urutan ketiga, sehingga gagal lolos ke putaran kedua.
Jika hasil ini benar, pencapaian Ventura akan menjadi sejarah bagi Portugal karena ini merupakan pertama kalinya seorang kandidat sayap kanan ekstrem mencapai putaran kedua pemilihan presiden. Para pengamat menilai fenomena ini sejalan dengan tren pertumbuhan partai sayap kanan ekstrem di beberapa negara Eropa.
Portugal memiliki sistem pemilihan presiden dua putaran. Kandidat yang memperoleh lebih dari 50 persen suara langsung menang di putaran pertama. Kali ini, tidak ada kandidat yang melewati ambang tersebut, sehingga putaran kedua dijadwalkan pada 8 Februari. Presiden Portugal sebagian besar berperan sebagai simbol dan penengah politik, namun memiliki kekuasaan untuk memveto undang-undang, membubarkan parlemen, dan memanggil pemilihan umum dini.
Ventura, pemimpin partai Chega, yang baru berdiri enam tahun lalu, mendapatkan dukungan signifikan dalam putaran pertama. Partai ini menjadi partai terbesar kedua di parlemen Portugal pada tahun lalu. Salah satu isu utama kampanyenya adalah imigrasi, yang dibungkus dalam pesan kontroversial seperti papan reklame bertuliskan “Ini bukan Bangladesh” dan “Imigran tidak boleh hidup dari tunjangan kesejahteraan.”
Pemilu ini diikuti oleh hampir 11 juta pemilih dan diikuti oleh 11 kandidat, dengan pemenang akan menggantikan Presiden Marcelo Rebelo de Sousa yang telah menjabat selama dua periode lima tahun. Meskipun Portugal hanya menyumbang sekitar 1,6 persen dari produk domestik bruto Uni Eropa dan memiliki angkatan bersenjata berukuran sedang, hasil pemilu ini tetap menjadi sorotan karena potensi perubahan lanskap politik domestik dan simbolik di Eropa. [ham]




