Rektor UNAIR Paparkan Kuota Penerimaan dan Sistem Seleksi Camaba pada AEE 2024 - Telusur

Rektor UNAIR Paparkan Kuota Penerimaan dan Sistem Seleksi Camaba pada AEE 2024

Rektor Unair, Prof. Mohammad Nasih saat diwawancarai awak media pasca Airlangga Education Expo (AEE) 2024

telusur.co.id - Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), resmi membuka gelaran Airlangga Education Expo (AEE) 2024. Bertempat di Airlangga Convention Center, AEE merupakan gelaran pameran pendidikan tahunan yang diadakan secara rutin oleh UNAIR.

Hadir pada kesempatan ini Rektor UNAIR beserta jajaran pimpinan. Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, mengatakan bahwa pada 2024 UNAIR akan menerima jumlah mahasiswa baru jenjang D3, D4, dan S1 sebanyak 9000 orang. Nantinya akan ada tiga jalur yang dapat calon mahasiswa baru (Camaba) ikuti. Jalur tersebut antara lain SNBP, SNBT, dan Mandiri.

Prof Nasih menuturkan bahwa, AEE merupakan bagian dari upaya UNAIR dalam memberikan transparansi pada sistem seleksi penerimaan mahasiswa baru. 

“Hari ini kami buka AEE sebagai ikhtiar untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya dan selengkap-lengkapnya kepada camaba. Sehingga siswa yang mendaftar sebagai camaba tidak salah pilih,” jelasnya. Kamis, (01/2/2024).

Kuota Penerimaan

Lebih lanjut, UNAIR telah menetapkan jumlah kuota setiap jalur penerimaan mahasiswa baru. Kuota sebanyak 20 persen akan diperuntukan bagi jalur SNBP. Jumlah ini akan bertambah dengan adanya golden ticket. 

“Akan ada tambahan 2 sampai 5 persen melalui jalur golden ticket,” tegas Prof Nasih.

Golden ticket terdapat beberapa kriteria yaitu prestasi akademik, ketua umum OSIS, dan prestasi keagamaan. Nantinya pada golden ticket, camaba akan terbagi menjadi beberapa nominasi. 

Sementara untuk jalur SNBT, UNAIR akan menerima mahasiswa baru dengan proporsi 30 persen. Lalu pada jalur mandiri sebanyak 50 persen. Seleksi mandiri ini terbagi menjadi beberapa bagian seperti mandiri prestasi, mandiri UTBK, mandiri ujian tulis, dan mandiri kemitraan.

Kriteria Penilaian

Kriteria penilaian dalam SNBP berupa indeks siswa dan indeks sekolah. Nilai raport siswa yang bersangkutan akan dikonversi menjadi indeks siswa. Ranking siswa sekolah juga menjadi salah satu penentunya. Kendati demikian mata pelajaran pendukung tak luput dari penilaian. 

“Misal memilih jurusan kedokteran maka mata pelajaran pendukung yang kami perhatikan adalah biologi dan kimia,” urai Prof Nasih.  

Indeks sekolah yang menjadi poin penilaian salah satunya keikutsertaan pada acara AEE. Selanjutnya, kualitas lulusan sekolah yang bersangkutan ketika menjadi mahasiswa di UNAIR.

“Penilaiannya juga seperti mengikutsertakan siswa pada olimpiade sains yang kita miliki. Semakin banyak mereka mengirimkan siswa untuk mengikuti olimpiade milik kami dan hasilnya baik maka indeks sekolah semakin baik,” tandasnya.

Pada jalur seleksi SNBT, hasil skor SNBT yang menjadi penentunya. Prof Nasih berpesan kepada para camaba untuk memperhatikan kemampuannya. 

“Sesuaikan pilihan dengan kemampuannya, karena hal ini akan memperbesar peluang lolos menjadi mahasiswa UNAIR,” tutup Prof Nasih. (ari)


Tinggalkan Komentar